Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandi sebut silang pendapat pentingnya imunisasi disebut pemicu Jakarta KLB difteri

Sandi sebut silang pendapat pentingnya imunisasi disebut pemicu Jakarta KLB difteri Ilustrasi imunisasi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Wallenrock

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penetapan KLB berdasarkan peningkatan jumlah penyakit ini dari 17 kasus pada 2016 menjadi 25 kasus pada 2017 di mana dua pasien meninggal dunia.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, salah satu pemicu KLB ialah karena banyaknya silang pendapat di tengah masyarakat soal wajib atau tidaknya imunisasi.

"Jadi ini enggak main-main. Sebetulnya sudah bisa tertangani sebelumnya tapi karena kita sebagai masyarakat tidak menganggap serius sekali masalah imunisasi ini dan masih banyak yang bersilang pendapat akhirnya terjadilah KLB," jelasnya, Senin (11/12).

Persoalan ini, lanjutnya, harus jadi pelajaran bagi semua pihak. Ketika pemerintah mewajibkan imunisasi, maka semua harus mengikuti.

"Kalau memang ahli-ahli dan pemerintah sudah menetapkan harus imunisasi, kita harus totalitas karena ini sangat berakibat fatal dan sudah ada korbannya jadi ini perlu kita sikapi dengan baik," ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta melakukan program ORI (Outbreak Respond Imunisation) untuk mencegah meluasnya wabah difteri. ORI mulai dilaksanakan hari ini di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara karena dua wilayah itu memiliki tingkat risiko tinggi.

Sandi mengatakan Dinas Kesehatan telah membuka pusat layanan (outlet) ORI di beberapa tempat. "Kita siapkan seluruh outlet dari Dinkes untuk menangani. Karena kalau nggak ditangani dua tiga hari difteri ini berpotensi melonjak risiko bisa mengakibatkan kematian," jelasnya.

Imunisasi ini juga akan dilakukan secara terus menerus agar tak ada lagi warga yang terjangkiti penyakit ini. "Kita enggak main-main menangani ini. Kita harus tangani sampai total," ujarnya.

Setelah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, program ORI akan menyasar wilayah lainnya. Untuk memenuhi kekurangan vaksin sebanyak 1,7 juta, pihaknya akan segera mencari solusi.

"Kita cari solusi ada dari dana di Kesehatan yang masih mencukupi dan itu kalau kurang kita akan coba cari solusinya," janji Sandi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP