Sampang membara, Presiden SBY panggil Kapolri dan Kepala BIN
Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas terkait bentrokan berdarah yang menewaskan dua orang dan melukai lima orang di Sampang, Madura. Presiden menggelar rapat terbatas bidang hukum untuk membahas penyerangan terhadap kaum Syiah tersebut.
"Pagi ini jam 9, Presiden mengadakan ratas membahas hal tersebut, silakan merapat saja," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Senin (27/8).
Dalam rapat itu, Presiden memanggil Wakil Presiden Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menag Suryadharma Ali, KaBIN Marciano Norman, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
"Dilapori tentu sudah, rapat ini terbatas. Bagaimana nanti solusi untuk hal tersebut. Tentu karena kejadiannya kemarin langsung dilapori," ujar dia.
Bentrok berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (26/8). Dari lima korban luka-luka itu, empat korban luka dari kelompok Islam Syiah dan seorang korban luka dari kelompok penyerang, bahkan seorang dari empat korban penyerangan itu kritis.
Tidak hanya warga, Kapolsek Omben Aris Dwiyanto terluka dalam peristiwa itu diduga terkena sabetan senjata tajam. Kapolres terkena pecahan genting rumah salah seorang pengikut Syiah yang dibakar massa.
Sementara petugas kepolisian dari jajaran Polres Sampang saat ini menerjunkan sekitar 700 personel pasukan gabungan dari unsur Polri, TNI dibantu Brimob dari Polda Jatim untuk mengamankan situasi. Pengikut aliran Islam Syiah korban penyerangan kelompok tak dikenal dievakuasi di GOR Wojaya Kusuma Sampang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Sampang, Brimob Polda Jatim dan Kodim 0828 Sampang. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya