Sambutan Kaum Difabel untuk Ahok
Merdeka.com - Langit masih gelap, lampu di pinggiran Jalan Kelapa Dua, Depok masih menyala. Di depan Mako Brimob, seorang pria paruh baya tampak kelelahan. Dia duduk kursi roda. Tangannya memegang gagang besi yang ada di sisi kanan kursi. Dijadikan tangan tersebut penopang kepala.
Pria itu bernama Ramjan, seorang penyandang disabilitas. Sejak pukul 01.00 WIB, Ramjan bertolak dari kediamannya di Jatinegara, Jakarta Timur ke Kelapa Dua Depok. Dia berharap bisa melihat Basuki T Purnama alias Ahok keluar dari balik Mako Brimob.
Benar saja, Ramjan satu simpatisan Ahok atau biasa disapa Ahoker. Bersama kawan-kawan lainnya, sabar menyambut kehadiran sang idola. Sesuai waktu penahanan dan remisi didapat, Ahok akan menghirup udara bebas.
Dia mengaku tidak mempersiapkan penyambutan khusus bagi Ahok. Semuanya serba mendadak.
"Saya buru-buru datang karena baca berita kebebasannya masih simpang siur jamnya. Ada yang bilang jam 8 pagi. Ada yang bilang dini hari. Daripada saya tidak bisa melihat. Saya putuskan datang pagi tadi," ucap dia kepada Liputan6.com, Kamis (24/1).

Difabel menunggu kehadiran Ahok ©2019 Merdeka.com
Ahok selalu ada dalam ingatan Ramjan. Dia mengenang bagaimana Ahok mengurus Jakarta. Sepak terjang, ketegasan dan kejujuran Ahok membuatnya kagum. Kekaguman muncul sejak Ahok masih jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Saya suka sekali dengan beliau. Baru kali ini saya melihat ada gubernur seperti beliau," ucap dia.
Dia berharap Ahok kembali berpolitik. Tak lupa, dia bermimpi Ahok bisa percaya kembali menjadi pemimpin. Baginya, Ahok salah satu Gubernur yang peduli terhadap kaum difabel.
"Ahok ini sangat memperhatikan kami. Saya ingat betul pertama kali beliau bagaimana sangat saya dengan kami (kaum difabel)," tandas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya