Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sambut lebaran, umat Islam di Buleleng memadukan tradisi leluhur

Sambut lebaran, umat Islam di Buleleng memadukan tradisi leluhur Pedagang kulit ketupat. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Umat Islam di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Bali punya cara unik dalam merayakan lebaran. Mereka tetap menjalankan seperti layaknya melakukan tradisi adat Bali dalam merayakan setiap hari raya.

Seperti halnya Galungan, sehari sebelumnya ada namanya penampahan (pemotongan hewan kurban) dan dua hari sebelum hari raya (membuat jajan-jajanan) dan sehari setelah hari raya memanis (silaturahmi dan bergembira). Seperti itu pula yang dilakukan oleh umat muslim di desa Pegayaman Buleleng.

"Sejak dua hari lalu, kita sempat bingung. Karena belum dipastikan 1 Syawal. Tapi tetap saja kami pakai waktunya 17 Juli besok. Jadi hari ini kita lakukan Potong hewan qurban untuk kita bagikan ke warga, dan dua kemarin kita sibuk buat jajanan," ungkap H Arik, Kamis (16/7) di Desa Pegayaman, Bali.

Desa yang terletak di kecamatan Sukasada, ini punya tradisi unik ‎seperti melakukan tiga tahapan yaitu Penapean, Penyajaan, dan Penampahan yang sama seperti umat Hindu Bali dalam merayakan hari Raya Galungan.

"Sama saja sepeti umat Hindu, ada Penampahan dan penyajaan. Maklumlah kita juga penduduk asli Pegayaman bukan pendatang, jadi kita tetap memakai tradisi leluhur kami," lanjut Arik.

Bahkan pada hari Penampahan hari ini, Kamis (16/7) sehari sebelum Lebaran‎, para kaum laki-laki sudah sibuk sejak siang tadi memotong hewan peliharaan untuk dibagian. Nampak juga ibu-ibu yang terlihat masih sibuk membuat kue ketan sebagai simbol ketaatan umat. Biasanya jajan ketan yang disebut Uli dimakan dengan mencolekkan ke tape ketan.

"Sesungguhnya kita sempat dibingungkan sama pemerintah. Kok baru jelang takbiran baru tentukan kapan 1 syawal. Semestinya, harus sadar kalau kita juga punya adat seperti tradisi sebelum lebaran dan sebagainya. Tapi kita tetap jalankan tradisi, tanpa menunggu keputusan 1 syawal," ucapnya.

Sebagai urutan, tradisi yang dijalankan setiap tahun saat Lebaran, biasanya tradisi Penapean (membuat tape), Penyajaan (membuat jaje uli), dan Penampahan (Potong hewan).‎‎

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP