Sambut Era 4.0, Wapres Ma'ruf Minta Kader NU Bertransformasi tapi Tetap Jaga Tradisi
Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di rumah Habib Hilal Alaidid, Jalan Dongkelan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (24/11) malam.
Dalam sambutannya, Ma'ruf mengatakan saat ini Indonesia memasuki era 4.0. Perubahan-perubahan baru dan cepat dinilai terjadi di era 4.0. Perubahan di Indonesia sendiri disebut Ma'ruf Amin mendorong ke arah Indonesia Maju.
Era 4.0 pun disebut Ma'ruf Amin sebagai sebuah era yang menjungkirbalikkan banyak hal lama dan menggantinya dengan hal-hal yang baru.
Ketua MUI ini meminta kepada segenap kader NU untuk mewaspadai perubahan hal-hal yang baru ini. Sebab dalam pedomannya, Ma'ruf Amin menyebut NU memiliki kecenderungan untuk memelihara hal-hal baik yang menjadi tradisi.
"Ini yang harus diwaspadai oleh kita, karena NU itu punya pedoman, yakni menjaga, memelihara yang lama, yang baik. Barang lama yang baik jangan dihabisi tapi dijaga, menjaga tradisi," ucapnya.
"Kecenderungan perubahan yang terjadi sekarang mendisrupsi. Menghabisi apa yang lama itu harus kita tangkal. Jangan sampai yang lama itu, yang baik-baik itu hilang," sambung Ma'ruf.
Ma'ruf pun meminta agar kader NU untuk tidak menolak era 4.0. Namun kader NU harus mampu menyiasati era baru yang hadir tersebut dengan bertransformasi.
"Kita juga menerima perubahan itu, melakukan transformasi. Mana yang baik dari yang luar kita ambil, dijaga yang lama yang baik, mengambil yang baru yang lebih baik. Itu kita diwarisi pedoman," tegas Mahfud.
"Tapi menurut saya tidak cukup itu. Kita harus melakukan inovasi, perbaikan-perbaikan sendiri. Bukan hanya mengambil, mentransformasi tapi juga melakukan inovasi. Jadi yang lama dijaga, yang baru diambil, kita transformasi, tapi kita sendiri lakukan perbaikan, kita lakukan inovasi," pungkas Ma'ruf.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya