Sambangi RS Polri, Mendagri cek prosedur penanganan korban Lion Air
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia datang untuk memeriksa langsung prosedur penanganan korban Lion Air JT 610.
Tjahjo menjelaskan, pihaknya juga telah membawa tim dari Dukcapil (Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil) dan INAFIS (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) untuk mempercepat proses pendataan di RS Bhayangkara Polri.
"Kami membawa tim dari Dukcapil untuk 24 jam posko di sini supaya bersama-sama dengan tim INAFIS untuk mempercepat data, baik dari sidik jari," jelasnya di RS Bayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11).
Dia mengatakan, kendala ini dikarenakan tidak semua penumpang terdaftar nama lengkapnya ketika membeli tiket pesawat.
"Karena tidak semua orang membeli tiket itu menggunakan e-KTP, online saja tahu-tahu bisa. Harusnya nama lengkap, tapi kadang-kadang hanya nama panggilan, kadang-kadang menyulitkan," jelasnya.
Politisi PDIP ini menjelaskan, proses percepatan data bersama dengan Dukcapil ini merupakan inisiatif dari Kemendagri sendiri. Hal ini untuk menambahkan sisa data penduduk yang tidak dimiliki INAFIS.
"Data di INAFIS sudah ada seratus lima puluh juta, ada jumlah penduduk kami 263 lah, sisanya bawa ke sini kita sinkronisasi dengan pihak INAFIS. Percepat data," jelasnya.
Tjahjo menyatakan, posko yang disediakan 24 jam di RS Bhayangkara Polri ini agar semuanya sigap ditangani.
"Posko 24 jam di sini agar cepat selesai, termasuk mempersiapkan surat-surat kematian, tidak harus urus panjang-panjang supaya satu atap segera selesai," ungkapnya.
Selain itu, putra dari Tjahjo Kumolo, Arjuna Cakra Sandrasa sendiri adalah pilot Lion Air yang sudah bekerja selama hampir 4 tahun. Ia juga pernah menerbangkan pesawat berjenis sama dengan Lion Air JT 610 yang nahas, yaitu pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Sampai saat ini, anaknya masih beroperasi sebagai pilot di Lion Air.
"Masih. Wong udah cocok di sana. Sudah 4 tahun ini. Sudah ambil rute Malaysia, India, juga keliling pakai Lion, kadang-kadang Batik," tutup Tjahjo.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya