Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sambangi Ponpes Gontor, Ahmad Muzani Diskusi Soal PPHN Hingga Pendidikan Nasional

Sambangi Ponpes Gontor, Ahmad Muzani Diskusi Soal PPHN Hingga Pendidikan Nasional Ahmad Muzani di Ponpes Gontor. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Muzani dan rombongan disambut oleh pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, termasuk KH Hasan Abdullah Sahal.

Muzani didampingi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari, Gus Muhammad Irfan Yusuf Hasyim, Anggota MPR Supratman Andi Agtas dan Prasetyo Hadi dan Supriyanto. Selain itu, turut serta Plt Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, Anggota DPRD Jatim Hidayatullah, Ketua Fraksi Gerindra Jawa Timur Hadi Nurdi, Ketua DPC Gerindra Malang Chusni Mubarok.

Muzani mengatakan kunjungannya ke Pesantren Gontor untuk bertukar pikiran. Sekaligus menyerap aspirasi dari para tokoh masyarakat dan alim ulama tentang kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan. Mereka juga berdiskusi soal Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), 4 Pilar Kebangsaan, dan peta jalan pendidikan nasional.

"MPR itu tugasnya mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap berpijak pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sementara DPR jalannya menyusun Undang-Undang, anggaran dan mengawasi jalannya pemerintahan," kata Muzani dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/3).

Muzani menuturkan tujuan bernegara yang menjadi kesepakatan para pendiri bangsa seringkali diganggu oleh pragmatisme, sehingga idealisme bernegara sering berbelok. Oleh karena itu, MPR sering mengingatkan kepada penyelenggara negara agar tetap berada di jalur ideologi Negara.

KH Hasan Abdullah Sahal memberi pesan agar bangsa Indonesia tetap berpegang teguh pada nurani dan naluri.

"Ini lah yang akan menjaga keselamatan kita dalam berbangsa dan bernegara. Pesan ini juga yang pernah kamisampaikan pada Pak Prabowo ketika beliau bersilaturahmi ke sini," ujar Kiai Sahal.

Kiai Sahal mengatakan Pancasila harus diamalkan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Dengan begitu, dia meyakini cita-cita bernegara dapat seperti yang diinginkan oleh para pendiri Bangsa.

"Tugas kami yang di pondok adalah mencetak para kader bangsa di semua sektor kehidupan masyarakat. Ini pun tantangannya tidak ringan, apalagi di masa pandemi seperti ini," ujarnya.

Keduanya juga sepakat silaturahmi merupakan cara untuk saling mengingatkan satu sama lain agar terhindar dari hal-hal yang menjauhkan dari tujuan bernegara. Pertemuan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Hasan Abdullah Sahal.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP