Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sambangi Kantor MUI, Mahasiswa yang Hina Agama di Instagram Minta Maaf

Sambangi Kantor MUI, Mahasiswa yang Hina Agama di Instagram Minta Maaf Mahasiswa asal Medan Minta Maaf setelah hina Islam di Instagram. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Video yang dibuat Sebastian Ulido Napitupulu, seorang mahasiswa asal Medan, mengundang protes keras karena telah menghina agama Islam dengan melecehkan lafaz Allah. Setelah minta maaf di akunnya, dia juga mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan dan membuat pernyataan maaf bermaterai.

Sebastian yang merupakan warga Komplek Tasbih, Kecamatan Medan Selayang, datang ke kantor MUI Medan didampingi kedua orang tuanya. Dia kemudian mengunggah video permintaan maafnya @melepasrindu_, Kamis (30/4). Video itu disertai caption:

"Hallo semuanya. Sebelumnya saya Sebastian Ulido Napitupulu memohon maaf atas video viral di sosial media. Bahwa video tersebut dibuat, sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung atau menghina siapapun, maupun menghina agama tertentu. Apabila ada penafsiran yang berbeda atas video yang saya buat, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya."

"Kiranya kejadian ini membuat saya menjadi lebih bijak dalam bersikap dan menggunakan sosial media, dan bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Semoga bulan Ramadhan ini menjadi bulan untuk kita bisa saling memaafkan atas setiap kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan. Berikut permintaan maaf saya disaksikan oleh lembaga Majelis Ulama Indonesia kota Medan (MUI)."

Dari video berdurasi 1 menit 14 detik, pemuda kelahiran Medan, 2 Juli 1999, menyatakan permintaan maaf itu dibuat tanpa paksaan siapa pun. Mahasiswa Universitas Pertamina, Jakarta, ini mengaku perbuatan itu murni karena ketidaktahuannya bahwa postingannya bakal menyinggung pihak yang melihat status tersebut, khususnya umat Islam. Dia mengaku tidak sengaja dan hanya bercanda dengan teman-temannya.

"Dengan ini, saya menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya dengan kesadaran dan kemauan saya sendiri tanpa ada paksaan oleh siapa pun dan pihak mana pun kepada umat Islam terkait dengan status saya yang berada di media sosial Instagram pada tanggal 25 April 2020," tulisnya.

Sebastian juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Dia siap diproses hukum jika melakukannya lagi.

Selai video, Sebastian juga mengunggah surat pernyataan yang dia tandatangani. Dokumen itu juga dibubuhi meterai Rp6.000.

Sebelumnya, Sebastian mengunggah video berdurasi 10 detik yang dinilai telah melecehkan umat Islam. Dia mengedit bagian kepalanya menjadi seperti mengenakan sorban. Pada bagian keningnya ada lafaz Allah terang, sementara jari tengahnya menunjuk ke lafaz itu. "Shalom," sebutnya sambil tersenyum.

Perbuatannya memantik amarah publik. Pihak Universitas Pertamina pun telah membuat pernyataan maaf atas ulah mahasiswanya itu.

Setelah perbuatannya memantik amarah publik, Sebastian sempat mem-private akun Instagramnya. Kini dia minta maaf dan membuka kembali kolom komentar yang langsung dipenuhi hujatan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP