Samad dan BG sama-sama dipolisikan, Polri minta jangan dibenturkan
Merdeka.com - Mabes Polri masih akan menelisik pelaporan Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan ke Propam Polri. Laporan dengan nomor SPSP2/303/1/2015/BAGYANDUAN itu dilaporkan oleh Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI) terkait dugaan keterlibatan Jenderal bintang tiga tersebut dalam politik praktis pada Pilpres 2014 lalu.
Dugaan keterlibatan itu secara tidak sengaja diungkapkan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan tudingan terhadap Abraham Samad. Budi Gunawan memang dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati.
"Oh itu tanyakan ke Propam. Nanti saya tanyakan," kata Kabagpenum Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/2).
Disinggung adanya perbedaan penanganan kasus Budi Gunawan dengan pelaporan Abraham Samad, Rikwanto membantahnya. Menurut Rikwanto kedua laporan kasus tersebut berbeda penanganannya, sehingga dia meminta tidak perlu dibenturkan.
"Setiap penanganan kasus kan berbeda jadi jangan dibenturkan," kata Rikwanto.
Padahal dalam kasus yang sama, Bareskrim mengeluarkan sprindik Abraham Samad. Bahkan, Kabareskrim memberikan sinyal Samad bakal menjadi tersangka.
Sebelumnya calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan dilaporkan Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI) ke Propam Polri. Laporan dengan nomor laporan SPSP2/303/1/2015/BAGYANDUAN itu diterima Propam pada Kamis (29/1) lalu.
"BG telah diikutkan dalam tim sukses kampanye pemilu presiden di bidang pertahanan dan keamanan dan disebut mendampingi Pramono Anung dalam lobi politik ke sejumlah pimpinan partai," jelas perwakilan FAKSI Saor Siagian di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/1).
Menurut Saor, hal tersebut jelas merupakan pelanggaran karena bertentangan dengan etika polisi yang mengharuskan kenetralan aparat dalam pemilu.
"Menimbulkan berbagai macam tafsir bahwa BG telah melibatkan institusi Polri dalam kegiatan politik praktis, " sambung dia.
Laporan tersebut langsung disambut kubu Komjen Budi Gunawan, dengan memberi pembelaan bahwa pertemuan jenderal bintang tiga itu dengan para petinggi PDIP yang terjadi beberapa waktu, dinyatakan bersih dari kepentingan politik.
"Pertemuan Trimedya dan BG, Kompolnas bilang tidak masalah," ungkap kuasa hukum Bambang Gunawan, Razman Nasution.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya