Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Salam Natal dari Negeri Syariah

Salam Natal dari Negeri Syariah Misa Natal 2016 di Gereja Katedral. ©2016 merdeka.com/yayu

Merdeka.com - Umat Nasrani seluruh dunia hari ini sedang bersuka cita merayakan Natal 2016. Mereka berduyun-duyun menuju gereja. Semua larut dan khitmad mengikuti Misa Natal.

Pemandangan yang sama juga terlihat umat Katolik se-Banda Aceh memadati Gereja Hati Kudus sejak pagi untuk melakukan ibadah Natal. Ratusan jemaat duduk rapi mengikuti ibadah Natal, larut dalam doa yang dipimpin oleh Pastor Shan Efran Sinaga.

Anak-anak pun terlihat ceria sebelum ibadah mulai. Saling bercanda, berlari dan saling kejar penuh keceriaan. Semua larut dalam kegembiraan menyambut hari lahirnya juru penyelamat bagi umat Kristiani.

Sesekali orangtua mereka memanggil si buah hatinya agar berhati-hati jangan sampai terjatuh. Kemudian semua masuk dalam gereja, lalu Pastor Shan Efran Sinaga memimpin puncak ibadah Natal di Gereja Hati Kudus, Banda Aceh.

Ibadah Natal di Gereja Hati Kudus yang mengangkat tema sukacita Natal di tengah masyarakat yang beraneka ragam. Ibadah Natal di gereja ini sudah dimulai sejak tadi malam. Bahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, ikut memantau memastikan kelancaran ibadah Natal di Banda Aceh.

Tidak ada raut gusar dan ketakutan dari wajah jamaat sejak tadi pagi, Minggu (25/12). Semua ceria dan memberikan senyum semrungah dan saling menyapa satu sama lain.

Sementara puluhan personel Polisi, TNI dan Brimob bersenjata laras pajang sejak tadi malam sudah bersiaga mengamankan Natal di Negeri Syariah. Ada 4.700 personel kepolisian ditambah anggota TNI disiagakan di gereja-gereja di Serambi Mekkah demi terciptanya keamanan dan kenyamanan umat Kristiani beribadah Natal.

Kapolda Aceh, Irjen Rio Septianda Djambak ikut memantau setiap gereja di Banda Aceh untuk memastikan kenyamanan umat Kristiani beribadah. Ia memastikan perayaan Natal di Aceh berjalan aman, kondusif tanpa ada gangguan keamanan apapun.

Ia juga memuji tingkat toleransi di Aceh yang berjalan baik sejak bertahun-tahun lalu. Tanpa ada konflik agama di Aceh yang bisa menciderai sikap toleransi, semua berjalan mulus dan semua agama bisa hidup berdampingan di Aceh.

Pastor Shan Efran Sinaga dalam khutbahnya mengingatkan seluruh jemaat agar bersuka cita dalam memperingati Natal 2016 ini. Dengan bersuka cita, Pastor meminta umat Katolik untuk terus meningkatkan dan menanam nilai-nilai toleransi beragama.

"Seluruh umat Katolik agar memperingati Natal dengan suka cita dengan tetap meningkatkan nilai toleransi beragama," ujar Pastor Shan Efran Sinaga dalam khutbahnya, Minggu (25/12).

Terkait teror bom yang terjadi di Nusantara tidak mengganggu kenyamanan beribadah umat Kristiani di Aceh.

"Kita khususnya Gereja Katolik tetap merasa aman, selama ini tidak pernah ada ancaman bom dan apapun yang kita terima," ungkap Ketua Dewan Pastoral Paroki, Gereka Hati Kudus, Rebertus Wirjana.

Dia bahkan memuji toleransi yang terbangun di Aceh, khususnya di Banda Aceh yang berjalan baik. Menurutnya, Aceh belum ada sejarah terjadi konflik beragama yang berunjung terjadi intoleransi. Semua bisa hidup rukun, damai, setara dan bisa menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Toleransi di Banda Aceh sangat baik, karena selama ini tidak pernah ada konflik agama di Aceh dan tidak ada tekanan apapun kami terima," tutupnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP