Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Salah satu WNI korban tewas kapal karam di Malaysia wanita hamil

Salah satu WNI korban tewas kapal karam di Malaysia wanita hamil Kapal karam di Malaysia. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan empat warga Indonesia yang menjadi korban tewas kapal terbalik dan karam di perairan Malaysia. Tiga WNI korban itu di antaranya anak-anak dan seorang lagi wanita sedang mengandung.

"Ada empat orang lagi yang kita temukan pagi ini, melalui penyisiran tim SAR gabungan. Tiga anak dan wanita sedang hamil ditemukan meninggal," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, sebagaimana disampaikan Kasi Operasi Octavianto, dalam keterangan resminya, Kamis (9/2).

Octavianto menerangkan, empat korban meninggal yang baru saja ditemukan berhasil dievakuasi menuju pelabuhan Sungai Jepun, untuk kemudian dibawa menuju ke RSUD Nunukan. Tim SAR masih berupaya mencari 5 korban lainnya.

"Jadi pagi tadi, kita temukan 2 jenazah, ditambah lagi yang terbaru 4 jenazah, ada 6 yang berhasil kita temukan. Sekarang menyisakan 5 orang lagi kita cari," ujar Octavianto.

"Kita terus mengumpulkan informasi juga, karena kita tim SAR gabungan termasuk Malaysia. Jadi ada korban yang ditemukan oleh tim SAR Malaysia," tambahnya.

Korban meninggal yang berhasil dievakuasi, saat ini tengah dalam proses identifikasi, untuk mengetahui identitasnya. Sejauh ini sampai siang ini, lanjut Octavianto, cuaca di perbatasan perairan RI-Malaysia, cukup mendukung upaya pencarian gabungan.

"Dari cuaca, kita bersyukur karena korban masuk ke perairan Indonesia. Di lapangan, kita terus berkoordinasi dengan Malaysia, juga termasuk Konjen RI di Tawau," terang Octavianto.

Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi Rabu (8/2) kemarin. Sebuah kapal speedboat, yang berangkat dari Tinagat Tawau di Malaysia sekira pukul 17.15 WITA menuju Sungai Nyamuk di Sebatik Indonesia bermuatan 15 orang penumpang WNI, terbalik dan tenggelam di perairan antara Batu Payung Malaysia dengan Sungai Melayu di Indonesia, sekira pukul 17.35 WITA, usai dihantam gelombang tinggi.

Dua penumpang yang berenang menggunakan jaket pelampung, berhasil diselamatkan nelayan di Batu Payung, hingga akhirnya dirawat di Tawau Hospital. Tim SAR gabungan di Indonesia yang dipusatkan di Sungai Nyamuk baik dari Basarnas, Polair, dan TNI, melakukan pencarian sejak malam tadi, bersama dengan tim SAR Malaysia. Insiden itu keseluruhan telah mengakibatkan 8 orang meninggal dunia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP