Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Salah Sasaran, 77 ASN dan Pensiunan di Solo Peroleh Bantuan Tunai Kemensos

Salah Sasaran, 77 ASN dan Pensiunan di Solo Peroleh Bantuan Tunai Kemensos Bansos KPM 600 ribu. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kesalahan data dalam penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) kembali terjadi. Setelah Kabupaten Klaten, kini giliran Kota Solo. Sedikitnya 77 aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan di Kelurahan Jagalan memperoleh bantuan akibat Covid-19 senilai Rp600 ribu yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.

Lurah Jagalan, Nanang Heri Triwibowo membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hasil penelusuran petugas di lapangan ada beberapa data ganda dan tidak tepat sasaran. Pada temuan awal, dikatakannya, ada 711 KK Kelurahan Jagalan yang mendapatkan BST senilai Rp600.000 ribu per KK. Namun usai diverifikasi, tinggal 634 KK yang menerima BST.

"Setelah kita verifikasi, ada 77 warga yang kami coret. Mereka ternyata ASN dan pensiunan ASN. Kalau pensiunan ASN ada yang yang dapat BPNT atau yang kena PKH kita coret," ujar Nanang, Jumat (22/5).

Namun, lanjut Nanang para ASN dan pensiunan tersebut dengan kesadaran diri mengembalikan BST kepada petugas PT Pos Indonesia. Sedangkan bantuan yang dikembalikan tersebut, tidak boleh dialihkan pada orang lain.

"Perubahan data baru bisa kami lakukan pada penyaluran BST tahap kedua bulan Juni," tandasnya.

Tri (53) salah satu warga mengaku sudah mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari Pemkot Solo. Namun, ia juga mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat. Sesuai aturan, lanjut dia, seharusnya dia tidak dapat BST dari Kemensos.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP