Salah berikan bayi, perawat RSUD Sekayu ogah minta maaf
Merdeka.com - Tidak hanya membuat syok karena salah menginformasikan tentang bayinya, keluarga pasangan Ledi (27) dan Rini (25), warga Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba, juga menyesalkan sikap pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Musi Banyuasin (Muba) karena tidak meminta maaf keluarga korban.
Menurut Arief, kerabat Ledi, upaya pengembalian bayi yang diserahkan oleh pihak rumah sakit tidaklah mudah. Bahkan terjadi perdebatan sengit antara keluarga Ledi dan perawat RS milik Pemkab Muba tersebut. Namun, pihaknya terus berjuang agar bayi bisa mendapatkan informasi benar.
"Untungnya kami bisa datangkan bidan yang membantu saat lahiran dulu, jadi perawat baru percaya. Kalau tidak, mungkin kami menguburkan bayi bukan dari keluarga kami," ungkapnya kepada merdeka.com, Sabtu (11/1).
Meski sudah diakui pihak RS, perasaan keluarga Ledi saat itu campur aduk, antara senang dan kecewa. Senang karena bayi mereka ternyata masih hidup, namun Ledi yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini dibuat kecewa lantaran perawat RSUD Muba seolah-olah tidak mengakui kesalahan mereka.
Bahkan, perawat yang mengurus menginformasikan kabar salah itu tidak menyampaikan kata maaf kepada keluarga Ledi. Perawat beralasan, seluruh bayi yang sedang dirawat berjenis kelamin laki-laki.
"Kami kecewa, bukannya minta maaf malah perawat itu ngotot tidak mau mengakui kesalahannya. Padahal, karena ulah mereka, keluarga kami sempat syok," katanya.
Kasus ini bikin heboh lantaran perawat di RSUD itu salah memberikan bayi. Anak Ledi yang masih hidup dan sedang dirawat malah dikatakan sudah meninggal. Perawat itu kemudian memberikan bayi laki-laki yang sudah meninggal kepada Ledi.
Padahal anak Ledi adalah perempuan. Setelah dicek, ternyata sang perawat itu teledor karena salah memberikan bayi.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya