Saksi bantah terdakwa membunuh Izzun Nahdliyah

Reporter : Mitra Ramadhan | Jumat, 3 Agustus 2012 15:51




Saksi bantah terdakwa membunuh Izzun Nahdliyah
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sidang Praperadilan dugaan rekayasa kasus pembunuhan mahasiswi UIN, Izzun Nahdliyah kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (3/8). Kali ini agenda sidang adalah mendengarkan keterangan para saksi dari pihak pemohon (keluarga tersangka).

Sidang yang di ketuai oleh I Wayan Sumerta menghadirkan enam orang saksi yakni Abdul Fatah, Rukiyah, Amsuri, Adang, Asamad Duha, dan Nurjen. Dalam kesaksiannya, mereka membantah para tersangka yakni Noriv Juandi, Sandra Susanto, Endang bin Rasta dan Jasrip, melakukan pembunuhan.

"Saat pembunuhan terjadi pada 7 April 2012, mereka semua sedang berada di rumah. Ada yang sedang ngobrol, ada yang sedang ngopi. Keesokannya mereka baru tahu ada pembunuhan tersebut," kata Ferdinand Montororing, kuasa hukum para tersangka ketika ditemui seusai persidangan.

Menurutnya, sah saja pihak Polresta Tangerang membantah rekayasa kasus itu. Namun semua itu akan dibuktikan dalam persidangan nanti. "Kita punya bukti-bukti lain yang menguatkan. Untuk observasi kasus ini saja saya butuh waktu hingga dua bulan. Surat penyataan Oleng tentang pembunuhan Izzun yang dia lakukan sendiri juga ditanda tangani kepala Rutan Jambe. Itu tidak sembarangan," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskim Polres Kabupaten Tangerang Kompol Shinto Silitonga di luar persidangan membantah jika pihaknya melakukan rekayasa. Menurutnya para tersangka telah mengakui peran masing-masing dalam peristiwa itu.

"Karena itulah kami akan mengajukan satu saksi kunci. Kami juga akan buka administrasi penyidikan. Kami akan buktikan bahwa kami bertindak sesuai prosedur," ucapnya.

Terkait surat penahanan para tersangka yang tidak dimasukkan pasal pemerkosaan, kata Shinto, hal itu bisa saja terjadi. Sebab, pada saat surat tersebut disusun, hasil otopsi baru keluar. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), para tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 285 KUHP tentang pemerkosaan.

"Kami berkeyakinan Oleng tak bisa melakukan serangkain kegiatan itu seorang diri. Mana mungkin dia membawa korban yang sudah lemah dari rumahnya di Tigaraksa ke TKP yang jaraknya sekitar lima kilometer dengan motor seorang diri?" ucap Shinto.

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Rayakan ulang tahun, Paus bagikan 400 kantong tidur
  • Menteri Puan sebut Indonesia jadi negara ekonomi besar di 2016
  • Surat koruptor salah ketik, menteri Tjahjo harus ganti kaca mata
  • Petugas Sency: Pakai topi Sinterklas karena saling toleransi
  • Obama sebut Korea Utara retas Sony dan Amerika siap membalas
  • Musdalifah: Alhamdulillah, Nassar masih ngasih nafkah
  • Exco PSSI: Kita naturalisasi pemain kisut
  • Enam wilayah di Babelan waspada banjir dan puting beliung
  • Telkomsel dirikan 5 BTS di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia
  • Ini strategi Mendag Rahmat setop impor gula
  • SHOW MORE