Saksi Ahli: Jessica berkepribadian labil, jika panik bisa menyerang
Merdeka.com - Prof Sarlito Wirawan Sarwono menjadi saksi ahli dalam sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Dari data yang dianalisanya dan rekaman CCTV yang terlihat, tersangka Jessica menurutnya seseorang yang memiliki kepribadian labil.
"Terdakwa itu kepribadian yang labil dan rentan atau apapun yang tidak terdeteksi sebelumnya. Dalam keadaan panik dia bisa menyerang diri sendiri atau orang lain," jelas pria yang juga menjadi guru besar Psikolog UI ini, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9).
Terkait kasus ini, dia sempat menjelaskan seperti apa tugas yang dilakukannya. Namun, dia mengaku tak pernah memeriksa langsung Jessica dalam perkara ini.
"Saya diminta memverifikasi berbagai data yang dimiliki. Saya memeriksa ulang dan menyatakan berkas yang ada dan saya juga memverifikasi yang diuraikan oleh saksi ahli yang menjelaskan CCTV," jelasnya.
"Saya memeriksa dari tim psikologi, ada metode-metode tertentu yang itu memang hanya diverifikasi oleh ahli di bidang itu. Makanya saya diminta mereka. Kedua, tim IT saya melakukan observasi atau pengamatan. Hasilnya dari tayangan yang saya lihat, kesimpulannya sama dengan apa yang dibuat tim IT," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, dari sepanjang rekaman CCTV yang dilihat, memang adegan memindahkan paper bag agaknya tak lazim dilakukan seseorang. Dia menduga, saat itu Jessica memang tengah merencanakan sesuatu agar tak bisa terlihat orang lain.
"Apakah itu sengaja atau tidak sengaja. Ketika tersangka meletakkan paper bag, itu sudah pasti ada motivasi yang tak mau diketahui. Lazimnya kalau saya ke mana gitu paper bag ditaruh di samping saya. Kesimpulan saya dia mau akan melakukan sesuatu yang tidak ingin diketahui orang lain," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya