Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saksi Ahli: Aman Abdurrahman didukung pengetahuan agama yang mumpuni

Saksi Ahli: Aman Abdurrahman didukung pengetahuan agama yang mumpuni Sidang Aman Abdurrahman di PN Jakarta Selatan. ©2018 Merdeka.com/genantan saputra

Merdeka.com - Sidang lanjutan kasus teror peledakan bom di Jalan MH Thamrin Jakarta, dengan Terdakwa Aman Abdurrahman menghadirkan seorang Saksi Ahli, Pengamat Terorisme bernama Solahudin.

Lewat penuturannya di hadapan majelis, peneliti asal Universitas Indonesia (UI) ini mengungkap mengapa lisan terdakwa Aman begitu jitu, sampai diklaim sanggup menjadi otak serangkaian teror, hingga digadang sebagai pimpinan ISIS di Indonesia.

"Terdakwa sebagai orang yang mempunyai ideolog yang dihormati di kalangannya, pertama karena komitmen terhadap ideolog dia sangat tinggi oleh karena itu beliau disebut sebagai sunnah tauhid, dia sangat kukuh dengan keyakinan itu," ujar Solahudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

Solahudin melanjutkan, bahwa terdakwa Aman adalah seorang yang memiliki kecerdasan luar biasa. Diketahui, Aman adalah salah satu lulusan terbaik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dengan kategori mumtaz atau cumlaude.

"Dia didukung oleh pengetahuan agama sangat mumpuni, beliau dikenal hebat di kalangan pengikutnya, dikenal sebagai hafiz, mengenal berbagai kitab fiqih, dia mampu juga menerjemahkan tulisan (Arab)," jelas dia.

Tahu sejak tahun 2003

Solahudin menjelaskan dirinya melakukan penelitian pada tahun 2002. Satu tahun kemudian, dia baru mengetahui sosok Aman Abdurrahman.

"Nama Oman atau Aman Abdurrahman itu muncl agak mendadak, saat saya melakukan penilitan 2002 dan baru mendengar namanya pada 2003, muncul sosok baru jihadi di Indonesia tentang sosok pintar da komitmen ideologi tinggi yaitu Aman Abdurrahman," kata Solahudin.

Menurut penelusurannya, Aman tidaklah berasal dari sebuah kelompok tertentu. Berbeda dengan kiprah Abu Bakar Baasyir yamg dikenal sejak tahun 1976 dengan gerakan negara Islam Indonesia.

"Jadi sebelumnya saudara terdakwa bukan lahir dari kelompok ekstrem ya, dia dikenal dengan nama ustaz salafi, pernah jadi Imam dan Dai di Masjid Asofah Lenteng Agung," jelasnya.

Karenanya, Solahudin merasa kaget kala Aman diketahui terlibat dalam insiden teror bom Cimanggis. Dan pada saat itu juga, menurut Solahudin, Aman mulai banyak menerjemahkan kitab-kitab yang diklaim sebagai rujukan para kelompok jihadi di Indonesia.

Pada penuturan saksi di persidangan sebelumnya, turut dihadirkan Mantan teroris kelompok Cibiru, Kurnia Widodo. Saat itu, Kurnia menuturkan bahwa sosok Aman adalah pemimpin organisasi Islamis State of Iraq and Sham (ISIS) di Indonesia. Informasi itu diperolehnya dari pengikut Aman Abdurrahman.

Namun, pengakuan itu disanggah Terdakwa Aman pada sidang sebelumnya. Menurutnya, dia bukanlah orang yang dapat dikatakan memiliki pengaruh di hadapan kelompok teror tersebut. "Dari mana gitu kan? Saya bukan Ketua ISIS, bukan Pimpinan ISIS," bantah Aman pada sidang Selasa (3/4)

Reporter: Muhammad RadityoSumber: Liputan6.com

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP