Sakit jantung, Gogon enggan berobat
Merdeka.com - Pelawak anggota Srimulat asal Boyolali, Margono alias Gogon (58), Selasa (15/5) meninggal dunia. Menurut rencana, jenazah pelawak berambut jambul tersebut akan dimakamkan siang ini, di kampung halamannya, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah pada pukul 11.00 WIB.
Ratusan kerabat dan tetangga mulai berdatangan melayat di rumah duka kawasan Pengging, Banyudono, Boyolali. Namun hingga pukul 10.00 WIB belum nampak rekan-rekan almarhum dari kalangan sesama pelawak maupun Srimulat. Karangan bunga memenuhi pintu masuk menuju rumah Gogon.
Kepergian Gogon yang mendadak menyisakan cerita sedih di kalangan keluarga dan kerabat maupun sahabat dekat. Salah satu anak Gogon, Nova Mustika mengaku kaget mendapatkan kabar jika ayahnya meninggal. Padahal saat itu, ayahnya masih bekerja di Lampung didampingi kakaknya, Ari Mustika.
"Saya kaget mendapat kabar dari kakak saya. Papa meninggal saat dia tinggal sebentar di kamar mandi. Saat kakak saya kembali, papa sudah tergeletak dan meninggal," ujar Nova.
Nova menceritakan, semula kakaknya mengira ayahnya pingsan, namun setelah dicek ternyata meninggal. Tahu kondisi ayahnya tak bernyawa, Ari langsung menelepon dirinya dan keluarga. Menurut Nova, ayahnya memang sering mengeluh sesak napas, akibat mempunyai gangguan jantung.
"Papa memang punya riwayat sakit jantung, sehingga sering sesak napas. Tapi papa tak mau menjalani pengobatan, tidak mau diberikan ring. Harusnya diring jantungnya. Dia takut katanya kalau diring, disetrum juga jadi dia enggak mau, ya sudah akhirnya enggak jadi," jelasnya.
Nova menambahkan, terakhir kali bertemu ayahnya sekira enam hari yang lalu. Yakni saat nyadran atau berziarah di Boyolali. Setelah itu, lanjut dia, Gogon diajak oleh sahabatnya, Didi Kempot ke event di Lampung.
Ditemui di rumah duka, Didi Kempot, menuturkan bila ia tak memiliki firasat akan ditinggal Gogon selamanya, saat ngejob bersama di Lampung.
"Kira dapat job sendiri-sendiri di Lampung, ada mas Kadir dan Doyok juga. Manajemen saya dikontak untuk manggung di Lampung, ternyata di sana ketemu mas Gogon, sama Kadir dan Doyok juga," jelasnya.
Di mata Didi Kempot, Gogon merupakan sahabat yang tak akan bisa ia lupakan. Menurutnya, perawakan dan sifat Gogon lain dari pada yang lain.
"Mas Gogon itu punya ciri khas, gayanya nyentrik, Kemarin saat di Lampung, gayanya bikin saya ngakak. Kalau sifatnya, Gogon itu nguwongke uwong (sangat menghormati)," jelasnya.
Didi Kempot mengakui jika sahabatnya tersebut sering sesak napas. Namun saat diminta periksa ke dokter tetap saja tak bergeming.
" Saya kira teman-teman sudah banyak yang menasehati, agar mau dikasih ring. Tetapi memang orangnya ndak mau, katanya sudah takdir," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya