Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sakit hati ditinggal nikah bikin pembunuh bercangkul habisi pacar

Sakit hati ditinggal nikah bikin pembunuh bercangkul habisi pacar Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Misteri tewasnya seorang pekerja pabrik Eno Parihah (18) akhirnya terungkap. Eno yang sehari-hari bekerja di PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang ini ditemukan tewas bersimbah darah dengan mengenaskan di kamar mesnya, Jumat (13/5) lalu.

Pasalnya, sebuah cangkul tertanam tepat di area wanitanya. Eno juga tewas dalam kondisi bugil.

Sontak peristiwa itu pun menyedot perhatian publik termasuk aparat kepolisian. Secara maraton polisi menyelidiki kasus tersebut hingga akhirnya pelaku dapat dibekuk tidak sampai satu pekan.

Dalam kasus yang terbilang sadis ini, polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka, yakni Rahmat, RA dan IH dimana Rahmat merupakan pacar korban.

Kendati sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah, akhirnya ketiga pelaku mengakui perbuatan biadabnya.

Kepada penyidik, Rahmat mengaku emosi dan terbakar api cemburu lantaran korban hendak dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

"Memang adanya unsur perjodohan korban itu menjadi pemicu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo ketika ditemui di kantornya, Senin (16/5).

Sutarmo mengatakan, sebelumnya korban bilang ke pacarnya akan akan dijodohkan. Karena itu Rahmat menghubungi korban lewat SMS dan meminta bertemu untuk memeluk dan menciumnya untuk yang terakhir kali.

"Korban membukakan pintu untuknya. Rahmat juga sempat minta untuk berhubungan badan, tapi ditolak oleh korban," tuturnya.

Mendapat penolakan, akhirnya Rahmat meninggalkan mes korban hingga akhirnya ia bertemu dengan pelaku RA dan IH. Di sanalah niat bejat dan sadis para pelaku muncul.

Kedua rekan Rahmat, RA dan IH menyarankan agar Rahmat memerkosa korban.

"Sudah perkosa saja, dia enggak bakal jadi pacar kamu lagi kok," kata Sutarmo menirukan ucapan pelaku.

Kemudian ke tiganya bersama-sama masuk ke kamar mess korban dan melakukan pembunuhan. Peran ketiga pelaku, kata Sutarmo, tidak jauhbeda.

Namun yang memasukkan gagang cangkul ke kemaluan korban adalah Rahnat. “Dia

yang memasukan itu dengan kaki menendang ke dalam,” tukas Sutarmo.

Rahmat mengambil cangkul itu di pojok luar kamar mes korban. Cangkul tersebut biasa digunakan untuk pembangunan atau renovasi mess.

"Itu kata pelaku yang kita dapat dari hasil prarekonstruksi ke tiga kali dan olah TKP empat kali," kata Sutarmo.

Untuk penyebab pasti kematian korban, Sutarmo mengaku belum memastikan apakah disebabkan oleh tindakan kekerasan dengan gagang cangkultersebut atau hal lain.

"Kita masih menunggu hasil visum," tukasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP