Saking cintanya, budak ini selalu ingin melihat wajah Rasulullah
Merdeka.com - Tsauban adalah salah satu budak Nabi Muhammad SAW yang sangat mencintai beliau sehingga tak mau lepas darinya. Dia selalu tak sabar ingin cepat-cepat menatap wajah Rasulullah bila sekali waktu terpisah dari kekasih Allah tersebut.
Dikutip dari buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, karya Nizar Abazhah mengisahkan, suatu hari Rasulullah melihat Tsauban dengan muka masam. Dari raut mukanya terlihat menyimpan gurat kesedihan.
"Kenapa wajahmu masam begitu, Tsauban?". Tanya Rasulullah. "Tidak apa-apa, Rasulullah". Jawabnya. "Aku tidak sakit. Hanya, kalau tidak melihatmu, aku kesepian. Kemudian, kalau teringat akhirat, aku takut tak dapat melihatmu lagi. Sebab, kau diangkat ke surga tertinggi bersama para nabi. Lalu, mana tempatku dibanding tempatmu? Mana peringkatku dibanding peringkatmu? Dan, jika aku tidak masuk surga, niscaya aku tak dapat melihatmu lagi selamanya".
Rasulullah terharu, Beliau merasa sangat kasihan melihat Tsauban. Tak lama setelah itu turunlah wahyu" Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Tsauban merupakan penduduk Yaman yang menjadi tawanan di zaman Jahiliyah. Dia kemudian dibeli oleh Rasulullah dan dibebaskan. Namun, dia tak ingin kembali kepada kaumnya. Dia memilih tinggal bersama Rasulullah tanpa pernah berpisah sama sekali, baik di rumah maupun di perjalanan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya