Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sahabat Florence, penghina Yogya berikan pembelaan di Path

Sahabat Florence, penghina Yogya berikan pembelaan di Path facebook Florence Sihombing. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah Florence mendapat banyak kecaman dari netizen karena statusnya yang diunggah di Path yang dianggap menghina Yogyakarta, Sahabat Florence, Rachel pun muncul di Path dan memberikan pembelaan atas apa yang terjadi pada Florence.

Dalam statusnya Rachel mempertanyakan apa alasan para netizen tahu status bahwa status Florence tidak baik tapi tetap membagikannya ke jejaring sosial lainnya sehingga membuat heboh.

"Sebagai orang yang berpendidikan kita juga tahu bahwa status seperti itu tidak baik, tapi apakah menyebar luaskan aib atau keburukan seseorang itu, perbuatan yang baik?" tulis Rachel di akun Pathnya.

Sebelum banyak capture screen yang disebarkan lewat jejaring sosial, Rachel menilai tidak ada masalah sebelumnya di Path.

"Kemarin sih masih normal-normal aja ya di Path, tapi menurut gue sekarang ini bullynya makin lebai, bahkan ada yang jadiin parodi? Biar apa? Ini sama sekali nggak lucu lho," tambahnya.

Rachel juga mengingatkan kepada warga yang melakukan demo pengusiran terhadap Florence agar yang melakukan hal tersebut adalah pihak yang berwenang.

"Kalian sudah merasa pantas mengusir dia? Baiknya biar pihak yang berwenang karena merasa tercemar nama baiknya yang bertindak langsung untuk menegur kak Flo atas masalah ini. (Kampus UGM)," tulisnya.

florence

Pembullyan terhadap Florence akibat status yang diunggahnya di Path mendapat tanggapan dari sahabat Florence, Rachel. Dalam akun Pathnya Rachel mengingatkan kasus pem-bully-an di media sosial yang membuat satu nyawa hilang.

"Beberapa kasus pembulian di media masa menyebabkan dampak yang tidak baik bagi korban pembulian lho. (Misalnya : Ketua Lockstock 2)," tulis Rachel.

Kasus ketua Lockstock yang dimaksud Rachel yaitu kasus meninggalnya Yoga Cahyadi ketua panitia Lockstock Fest 2 yang tewas setelah menabrakkan diri ke kereta pada bulan Mei 2013 silam.

Aksi nekad Yoga menabrakkan diri ke kereta diduga karena tak tahan dengan hujatan dan cacian di twitter atas buruknya pelaksanaan Lockstock Fest 2.

"Apa kalian semua puas dan menginginkan seperti itu terjadi sama kak Flo, baru kalian semua berhenti membuli?" lanjut Rachel.

Selain pembullyan dan kecaman di media sosial, Florence sore tadi juga dilaporkan ke Polda DIY dengan tuduhan melanggar UU ITE No.11 tahun 2008 terkait penghinaan dan pencemaran nama baik dan provokasi mengkampanyekan kebencian.

Selain dilaporkan ke Polda DIY, sore tadi sejumlah netizen juga melakukan aksi pengusiran Florence dari Yogyakarta di bundaran UGM. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP