Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Safari Dakwah, Alasan 2 Panitia Acara di Megamendung Tak Penuhi Panggilan Polisi

Safari Dakwah, Alasan 2 Panitia Acara di Megamendung Tak Penuhi Panggilan Polisi Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A. Chaniago. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Dua orang panitia acara di Megamendung berinisial UA dan HMA tidak datang memenuhi panggilan polisi. Pemeriksaan dijadwal ulang pada pekan depan.

Seharusnya dua orang tersebut menjalani pemeriksaan di Polres Bogor pada Selasa (8/12). Kepolisian segera melakukan pemanggilan kedua pada pekan depan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A. Chaniago menyebut UA dan HMA sudah memberikan informasi dan alasan mengapa tidak bisa datang memenuhi pemeriksaan.

"Kemarin ada penyampaian dari yang bersangkutan mereka tidak datang karena sedang melakukan dakwah keliling," ucap Erdi, Rabu (9/12).

"Mereka minta dijadwal ulang. Mudah mudahan minggu depan," kata Erdi lagi.

Pemanggilan ini berkaitan dengan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat acara peletakan batu pertama masjid di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Kabupaten Bogor. Acara yang dihadiri pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab itu menimbulkan kerumunan.

Penyidikan kasus ini pun mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Bupati Bogor, Ade Yasin. Erdi memastikan surat pemanggilan sudah diserahkan.

"Sudah diagendakan. Kami akan sampaikan lagi. Pak Gubernur (Ridwan Kamil) dan Ibu bupati (Ade Yasin) dijadwalkan (pemeriksaan) tanggal 15 Desember. Nanti kita sampaikan lagi kepastiannya. Surat panggilan sudah disampaikan,” kata dia.

"Ini konteksnya penyidikan. Beberapa orang akan dimintain keterangan sebagai saksi,” pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP