Sadisnya tentara bakar juru parkir di Monas
Merdeka.com - Gara-gara uang setoran yang diberikan kurang, seorang juru parkir bernama Yusri (40) tiba-tiba disiram bensin dan dibakar. Padahal, sebelumnya korban telah memberikan uang sebesar Rp 50 ribu.
Kejadian bermula ketika Yusri didatangi seseorang saat sedang berjaga di kawasan Monas. Pelaku yang datang sendirian, langsung meminta jatah parkir kepada korban.
"Ada suatu ketika pada waktu itu ada seseorang datang kepadanya meminta uang parkir, dikasih Rp 50 ribu," ungkap Rikwanto di Jakarta, Rabu (25/6).
Merasa kurang, pelaku marah dan terjadilah keributan antara keduanya. "Dia (pelaku) tidak suka sehingga terjadi cekcok mulut," ucap Rikwanto singkat.
Kepolisian menduga aksi kekerasan yang berujung pembakaran terhadap seorang juru parkir di kawasan Monas tidak terjadi begitu saja. Diduga, pelaku sudah mempersiapkan bensin dan korek api saat menuju lokasi kejadian.
Bensin yang disiramkan ke tubuh korban pun sudah disiapkan di dalam botol. Tak hanya itu, pelaku juga langsung mematik korek api dan melemparkannya ke arah korban yang sedang terkejut.
"Korban waktu terbakar lari ke pos polisi yang di bawah jembatan kereta di Gambir. Setelah itu dipadamkan, namun lukanya sudah mencapai 30-40 persen," tandasnya.
Pelaku tentara berpangkat Pratu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolda Metro Jaya menduga pelaku pembakaran Yusri (40) di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat adalah seorang anggota TNI. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pelaku yang berinisial HR ini bekerja di Satuan Puspom TNI."Pelaku penganiayaan diduga oknum Anggota TNI HR, pangkat Pratu, satuan Puspom TNI," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/6).Rikwanto mengatakan, kini HR telah diamankan oleh Pomdan Jaya. "Setelah melakukan koordinasi dengan PM Guntur, satuan PM Guntur membenarkan bahwa pelaku penganiayaan terhadap korban Yusri adalah Pratu HR satuan Puspom TNI," ucap dia.
Simpan bensin dalam botol
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKepolisian menduga aksi kekerasan yang berujung pembakaran terhadap seorang juru parkir di kawasan Monas tidak terjadi begitu saja. Diduga, pelaku sudah mempersiapkan bensin dan korek api saat menuju lokasi kejadian.Bensin yang disiramkan ke tubuh korban pun sudah disiapkan di dalam botol. Tak hanya itu, pelaku juga langsung mematik korek api dan melemparkannya ke arah korban yang sedang terkejut."Korban waktu terbakar lari ke pos polisi yang di bawah jembatan kereta di Gambir. Setelah itu dipadamkan, namun lukanya sudah mencapai 30-40 persen," kata Rikwanto.Lebih lanjut, polisi juga telah memeriksa delapan orang saksi dari juru parkir dan security Monas. Berdasarkan keterangan para saksi diketahui pelakunya, yakni anggota TNI.Untuk saat ini, polisi mengamankan barang bukti berupa baju yang terbakar milik korban dan botol air mineral yang disinyalir sebagai wadah berisi bahan bakar yang disiramkan ke korban."Baju warna biru terbakar dan botol aqua terbakar bekas mengisi bensin sudah dijadikan barang bukti," imbuhnya.
Diduga bekingi parkir liar di Monas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolisi kini tengah menelisik motif Pratu HR, pembakar seorang juru parkir bernama Yusri di kawasan Monas, Jakarta Pusat Selasa (24/6) malam. Dari fakta yang didapat, penyidik menduga Pratu HR membekingi parkir liar di lokasi tersebut."Motif sedang digali, yang jelas tukang-tukang parkir ini ada yang koordinir. Dan dari fakta yang ada," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/6).Rikwanto menambahkan, dari sejumlah razia yang dilaksanakan polisi, parkir liar yang sebelumnya sudah dibersihkan selalu muncul kembali."Polisi meminta kerjasamanya dari pihak PT Monas, setelah dilakukan razia pasti muncul lagi, diduga ada yang membekingi," tandasnya.
Pelaku bergerak sendiri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat meminta jatah dari korban, Yusri, pelaku bergerak sendiri. Tidak ada seorang pun yang berada di belakang Pratu HR saat itu.Sampai saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Pratu HR, pelaku pembakar juru parkir. Dari keterangan sementara, tersangka bergerak sendiri."Peran tersangka, masih kita dalami keterkaitan parkir di situ. Pada saat kejadian, tersangka sendiri," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya