Sadis 7 satpam bunuh seorang petani dengan 4 tusukan di kepala
Merdeka.com - Tujuh petugas keamanan (satpam) PT Wira Karya Sakti (WKS) diduga membunuh secara sadis seorang petani di Kabutan Tebo, Jambi bernama Indra Pelani (22). Setelah peristiwa sadis tersebut, ketujuh pelaku akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah menjelaskan, sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (2/3) malam, ketujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut didampingi pengacaranya menyerahkan diri ke Mapolda Jambi.
"Ketujuh orang itu secara resmi ditahan di Mapolda Jambi dan kasusnya kini diambil alih dan ditangani lansung oleh tim Polda Jambi," kata Almansyah kepada wartawan di Jambi, Selasa (3/3).
Ketujuh Satpam PT WKS yang diduga pelaku pembunuhan sadis adalah Jemi Hutabarat (28), Zaidan (18), M Ridho (24), Febrian (29), Deispa (28), Asmadi (33) dan Ayatolah Khomeni (25).
Jasad korban Indra ditemukan setelah dibuang oleh pelaku. Saat ditemukan, korban mengalami luka empat tusukan di bagian kepala dan di sekujur tubuh luka sayatan senjata tajam.
Kemudian saat ditemukan korban dalam kondisi tangan dan kakinya diikat pakai tali, sedangkan mulut diikat pakai baju korban. Kepala korban Indra terbenam di dalam rawa-rawa.
Terpisah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi menilai kasus ini dikategorikan pembunuhan berencana, dan tidak ada toleransi dalam mengungkap kasus itu agar diselesaikan secara hukum dan benar-benar yang seadil-adilnya.
Direktur Walhi Jambi, Musri Nauli mengatakan pihaknya menjadi pendamping kelompok Serikat Tani Tebo, termasuk juga bahwa korban Indra Pelani (22) warga Dusun Pelayang Tepat, Desa Lubuk Madrasah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi sebagai koordinator warga, dalam menyelesaikan konflik lahan yang terjadi antara petani dengan PT WKS.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya