Saat tobat, mantan terpidana teroris ini dicap pengkhianat oleh rekannya
Merdeka.com - Sofyan Tsauri merupakan salah satu mantan terpidana terorisme yang ikut dalam rekonsiliasi dengan korban yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia ditangkap pada tahun 2010 karena mengikuti pelatihan militer Al-Qaeda di Aceh. Namun, selama mendekam di penjara, dia menyadari jihad yang dilakukannya salah dan dan menyatakan telah bertaubat.
Sofyan mengaku dirinya kerap mendapatkan ancaman oleh rekan-rekannya dahulu. Dia cap sebagai seorang pengkhianat.
"Mereka balik meneror saya dianggapnya saya mengkhianati perjuangan tapi saya tidak peduli," ucapnya kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).
Namun, teror itu tak menghambat dirinya berupaya menderadikalisasi kawan-kawannya di lapas. Dia ingin mencerahkan kepada para teroris itu bahwa jalan jihad yang terdoktrin adalah salah.
"Kita terus mensosialisasikan masalah ini adanya evaluasi dalam gerakan jihad. Karena temen-temen ini di kalangan jihadis eksklusif di kehidupannya," terangnya.
Menurut dia, para narapidana terorisme itu sulit menerima evaluasi kecuali dari lingkaran dalam grup mereka sendiri. Maka dari itu, salah satu cara yang dilakukan untuk mengubah doktrin mereka adalah masuk dari dalam. Dengan cara ini, perlahan mengubah cara jihad mereka yang kerap menyerang dengan bom.
"Salah satu cara yang paling efektif yang bisa mengevaluasi gerakan ini adalah itu harus dari ingrup dari Al-Qaeda ini," jelasnya.
"Jadi tidak boleh lagi operasi ngebom sana ngebom sini. Bahkan tidak sampai di situ Imam Samudra, Muklas dan Amrozi (pelaku bom Bali) harus berpuasa dua bulan berturut-turut takut korbannya ada yang kaum muslimin," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa pelaku terorisme sekarang ini lebih banyak dipicu ketidakadilan terhadap umat muslim di dunia. Seperti yang kini terjadi dengan aneksasi di Palestina.
"Karena kalau kita bicara ini sangat berkaitan dengan situasi global saat ini masalah Palestina, masalah ketidakadilan terhadap umat islam ini yang memicu sebetulnya pemikiran radikalisme ini berkembang di masyarakat," ucapnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya