Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat pejalan kaki disalahkan Sandiaga jadi biang semrawut Tanah Abang

Saat pejalan kaki disalahkan Sandiaga jadi biang semrawut Tanah Abang PKL Tanah Abang. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara kembali dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang trotoar. Hal itu tentu membuat Tanah Abang semakin semrawut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan banyaknya PKL bukan jadi satu-satunya kendala penataan Pasar Tanah Abang. Namun berdasarkan data yang dimiliki Jakarta smart city, keluhan lebih banyak berkaitan dengan perbaikan jalan. Kemacetan yang diakibatkan oleh perbaikan jalan.

"Kalau jangka panjang cukup jelas bahwa itu akan ditata dalam transit oriented development (TOD). Sedangkan jangka pendek kita harus ada terobosan, inovasi. Ya mudah-mudahan hari Jumat bisa kita sosialisasikan dan hari Senin mulai dieksekusi," kata Sandiaga.

Namun yang sudah jelas, Pemprov akan meneruskan langkah-langkah Gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) untuk menata Tanah Abang dengan skybridge.

"Salah satunya iya ada skybrigde. Ada yang usul mengubah flow daripada lalu lintas, meminjam lahan PT KAI untuk bisa digunakan sebagai lahan parkir, merevitalisasi blok G dan beberapa usulan sudah kami tampung," kata Sandi.

Skybridge memang sudah lama direncanakan sejak zaman Ahok dan tidak dapat diselesaikan. Untuk itu pada era kepemimpinannya akan segera dieksekusi.

"Jadi kita tidak usah menyalahkan yang lama. Kita fokus ke depan saja," kata Sandiaga.

Sandiaga pun menggunakan teknologi pesawat tanpa awak untuk memantau kawasan Tanah Abang.

"Sekarang kami sedang melengkapi data karena dua hari ini kami pantau lebih teratur dengan penertiban. kami juga sudah menurunkan drone di sana untuk melihat potret dari udara," ujarnya.

Dari hasil pantauan menggunakan pesawat tanpa awak, Sandi melihat penertiban kawasan Tanah Abang beberapa hari terakhir sudah cukup efektif. "Kemarin kita sudah ambil dronenya dan dua hari ini kita melihat, dua hari ini penertibannya cukup efektif," katanya.

Dia juga menuturkan, semrawutnya Pasar Tanah Abang disebabkan tiga masalah. Salah satunya banyaknya pejalan kaki di sekitar kawasan Tanah Abang. Temuan ini didapat setelah mendapatkan gambar dari drone dan temuan ini sudah disampaikan kepada gubernur untuk dibahas lebih lanjut untuk penataan Tanah Abang.

"Ternyata ya kesemrawutan itu satu pembangunan jalan, nomor dua tumpahnya pejalan kali yang keluar dari stasiun Tanah Abang dan banyak angkot yang parkir liar atau ngetem," kata Sandiaga.

Bahkan Sandiaga mengatakan Pedagang Kaki Lima (PKL) bukan penyebab utama semrawutnya Tanah Abang. Sebab, jumlah PKL tidak lebih dari 300 pedagang.

"Ada (PKL) tapi jumlahnya enggak banyak. Cuma di bawah 300 jumlahnya jadi kalau ditata enggak akan keluar," ucapnya.

Sandi juga akan mengajak semua pihak untuk berdiskusi terkait penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Salah satu yang akan diajak diskusi adalah para preman.

"Mereka semua masuk dalam diskusi ini. Termasuk, mohon maaf, preman-premannya," kata Sandiaga.

Soal lokasi diskusi, Sandiaga memilih tidak melakukan di Balaikota. Dia memilih berdiskusi di markas para preman atau tempat biasa mereka berkumpul.

"Ya tentunya enggak di Balai Kota. Tapi di tempat-tempat yang mereka biasa kumpul," ujarnya.

Dia menyadari, banyak risiko yang akan dihadapi dalam penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Untuk itu perlu diskusi dan pendekatan yang lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. Apalagi ini akan menjadi solusi yang permanen. Sandiaga tidak sepakat dengan pendekatan yang dilakukan sebelumnya. Sebab dinilai represif.

"Sebuah risiko yang harus kita ambil bukan main. Aman bukan asal mengulangi lagi pendekatan sebelumnya yang represif yang satpol PP yang mengusir PKL, Dishub cabut pentil yang selama ini terbukti tidak efisien untuk hadirkan sebagai penataan yang berkelanjutan," jelasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP