Saat panggilan haji tiba di usia senja
Merdeka.com - Haji adalah panggilan Allah SWT. Meski fisik kuat, muda dan kaya raya, namun jika tidak mendapatkan panggilan dari Ilahi, belum juga akan menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Apalagi untuk haji kini harus antre berpuluh-puluh tahun lamanya.
Tapi kadang panggilan Tuhan itu datang saat usia kita sudah tidak muda lagi. Seperti yang dialami bapak Nazar, 81 tahun. Dengan mengumpulkan biaya haji sejak 2009 lalu, pensiunan PT Kereta Api Indonesia tersebut kini telah menjadi tamu Allah SWT saat usianya sudah senja.
"Saya sudah 81 tahun," ujar kakek berperawakan kurus tersebut kepada merdeka.com, sesaat setelah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Selasa (9/8).
Nazar mengaku sudah pensiun sejak tahun 1985. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia harus pintar-pintar membagi uang pensiunan yang jumlahnya tidak banyak. Dari uang pensiunannya itulah dia menyisihkan untuk membiayai ibadah haji.
"Saya daftar haji tak lama setelah gempa di Padang, kalau tidak salah tahun 2009," ujarnya dengan bahasa yang sudah agak sudah dipahami lantaran usia yang sudah senja.
Namun meski sudah tua, Nazar tetap semangat untuk menjalankan rukun ibadah haji. Berbagai latihan fisik dia lakukan, misalnya olahraga jalan pagi setelah salat subuh di masjid.
"Saya juga banyak minum air putih," ujarnya pria yang mengenakan gelang warna merah itu. Gelang warna merah berarti seorang jemaah haji termasuk dalam kategori risti (risiko tinggi).

Nenek Mariana ©2016 Merdeka.com
Senada dengan Nazar, Nurlela, wanita berusia 71 tahun ini juga tergolong jemaah haji yang risti, karena juga mengenakan gelang warna merah.
"Tapi saya senang di sini, banyak orang Indonesia (petugas haji)," ujarnya semringah.
Gelang warna merah dipakai oleh jemaah risti yang memang punya penyakit serius dan segera ditangani. Gelang berwarna kuning dipakai oleh jemaah haji risti yang mempunyai riwayat penyakit gampang jatuh. Sedangkan warna hijau digunakan untuk jemaah haji risti yang mempunyai penyakit ringan.
Lain halnya dengan kakek Nazar dan nenek Nurlela. Mariana, nenek 78 tahun yang sudah terlihat sangat renta ini tampak semringah tiba di Bandara AMAA Madinah. Meski mengenakan kursi dorong dan berangkat sendiri tanpa sanak saudara, Mariana merasa senang bisa mendapatkan panggilan Allah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.
"Saya sendiri saja, tidak ada keluarga," kata Mariana.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya