Saat Megawati bicara soal 'Ahok si penista agama'
Merdeka.com - Label 'si penista agama' kini melekat pada Basuki Tjahaja Purnama. Ahok, sapaan akrab Basuki terselip lidah saat kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu silam yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.
Sontak, hal itu ditangkap segelintir pihak sebagai penistaan agama islam. Dalam negeri pun riuh. Desakan demi desakan meminta Ahok untuk segera dibui pun bergulir melalui Aksi Bela Islam.
Tak ayal, fenomena tersebut sampai ke telinga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Megawati mengatakan, sebutan kafir yang dilontarkan seseorang justru merendahkan agama yang bersangkutan. Hal tersebut yang saat ini membuat dirinya sedih mengapa sampai pernyataan seperti itu ada di Pilkada DKI 2017.
"Saya sedih sekarang. Kenapa? Ada ibu-ibu yang bilang, kenapa milih kafir? Menurut saya, itu merendahkan agamanya sendiri, apapun agamanya," kata Megawati di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).
Menurut Megawati, persoalan agama menjadi ranah para ulama di Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama beserta beserta ormas lain. Sehingga, ia mengaku tidak berani membahas masalah agama karena khawatir bernasib sama seperti Basuki atau akrab disapa Ahok itu dituding melakukan penistaan agama.
"Aneh saya, padahal saya bukan ahli Alquran loh, kalau saya ngomong ayat-ayat nanti kena lagi saya penistaan agama seperti Pak Ahok. Jadi sudah, itu urusan kiai, saya urusan politik dan pemerintahan saja," tutupnya.
Sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok pun kini sudah digelar sebanyak 14 kali. Pada sidang ke-14 kubu Ahok menghadirkan empat saksi meringankan.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya