Saat maut menjemput di lereng Gunung Lawu
Merdeka.com - Mendaki gunung salah satu kegiatan luar ruang digemari banyak orang. Namun hal itu berubah menjadi mimpi buruk saat terjadi kebakaran hutan.
Seperti kejadian di Gunung Lawu. Api mengamuk di lereng gunung berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak Sabtu (17/10). Awalnya diperoleh kabar ada sembilan pendaki terjebak. Terakhir dinyatakan tujuh orang dari mereka tewas.
Relawan Anak Gunung Lawu, Budi Suwarno mengatakan, sembilan pendaki tersebut naik ke Gunung Lawu kemudian terjebak kebakaran hutan di Pos 4, Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
"Saya kurang tahu naiknya dari Cemoro Sewu (Magetan) atau Cemoro Kandang (Karanganyar). Tetapi saat dilakukan evakuasi ditemukan di Cemoro Sewu di antara Pos 4 dan Pos 3," kata Budi.
Dari keterangan tim evakuasi, lanjut Budi, dari sembilan pendaki, dua orang mengalami luka bakar parah. Sementara tujuh lainnya hangus terbakar.
Pejabat Humas Kantor SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro mengatakan, dari evakuasi korban pendaki terjebak kebakaran hutan Gunung Lawu, ditemukan pertama bernama Eko Nurhadi (45) yang merupakan warga warga Brangol RT 2/RW 1 Brangol, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Dia saat ini dirawat di RSUD dr. Sudono.
Korban selamat lainnya adalah Novi Dwi Estiwati (14). Dia tinggal di Jalan Rajawali RT 04/RW 01, Kelurahan Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Dia kini dalam penanganan di RSUD Mardi Solo.
"Korban yang naik di Gunung Lawu ditemukan terkena kobaran api hingga mengalami luka bakar sekira 50 persen, dari titik kebakaran antara pos 2 dengan pos 3. Korban sudah dibawa ke RS Magetan," kata Yohan kepada merdeka.com.
Dia menambahkan saat terjebak, survivor bisa turun setelah minta tolong pada rekan pendaki, Maisuri Salim (45) warga Tembalang, Semarang, yang saat itu sedang jalan naik. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya