Saat Ma'ruf 'Perkenalkan' Pondok Pesantren Asuhannya di Banten
Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Banten. Pondok pesantren adalah asuhan Ma'ruf.
Rencananya, Ma'ruf akan melakukan konsolidasi dengan kiai dan ulama di Ponpes An Nawawi. Dia memulai dengan memperkenalkan rumah dan pondok pesantren kepada awak media.
Dimulai dari ruang tamu, Ma'ruf memperlihatkan foto keluarganya, bersama istri pertama Siti Churiyah, bersama empat anaknya. Di sana dia juga memperlihatkan foto saat masih menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Dalam foto itu, Ma'ruf terlihat mendatangi lokasi cikal bakal pondok pesantren Darussalam, Karet, Jakarta Selatan.
"Ini foto sekitar tahun 1972," kata Ma'ruf menunjukkan foto di kediamannya, di kompleks Ponpes An Nawawi, Banten, Selasa (19/2).
Di antara belasan figura berukuran kecil, terpampang silsilah keluarga Nabi Muhammad, sampai ada nama Ma'ruf. Awak media yang penasaran bertanya apakah, sang kiai merupakan keturunan nabi. "Katanya sih begitu," jawabnya sambil terkekeh.
Kemudian, Ma'ruf mengajak berkeliling pondok pesantren. Dia menceritakan luasnya hingga 9 hektar, untuk pendidikan dari tingkat sekolah menengah pertama sampai tingkat perguruan tinggi dengan jurusan ilmu fiqih. Santrinya ada 1000, laki-laki dan perempuan.
Ada puluhan gedung yang diantaranya asrama dan sekolah. Di tengahnya masjid, yang di belakangnya terletak makam keluarga Ma'ruf.
"Pak Joko Widodo sudah dua kali ke sini. Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pas jadi presiden juga pernah berkunjung ke sini. Pak JK (Jusuf Kalla) waktu jaman Pak SBY juga (berkunjung)," sebut Ma'ruf menceritakan beberapa presiden yang pernah mengunjungi.
Tur diakhiri kunjungan ke tempat pelatihan para santri. Ada miniatur ruang sidang untuk simulasi peradilan keluarga. Lab komputer, sampai perpustakaan.
Di sini, juga tempat Ma'ruf mengembangkan pemikiran ekonomi berbasis keumatan. Santri diajari pembuatan roti, sampai ternak lele. Tujuannya agar bisa mendapatkan pelatihan keahlian ketika terjun ke masyarakat.
Ada juga bank wakaf mikro yang memberikan pinjaman ke masyarakat sekitar pesantren. Tujuannya mengembangkan usaha mikro setempat. Ditambah, sistem pinjaman ini tidak ada bunga. Selain bank, masyarakat terbantu dengan koperasi santri. Di mana, pondok pesantren membantu produk petani lokal lewat pemasaran ke perusahaan besar.
"Ini arus baru Indonesia," kata Ma'ruf.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya