Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat Bupati Sragen Suntikkan Vaksin Covid-19 ke Anak Buahnya

Saat Bupati Sragen Suntikkan Vaksin Covid-19 ke Anak Buahnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadi Vaksinator Vaksin Covid-19. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada pemandangan tak biasa di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen, Senin (22/2). Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati terlihat menyuntikkan vaksin Sinovac ke sejumlah pejabat Pemkab, seperti sekda dan jajaran kepala dinas.

Yuni yang mengenakan seragam coklat ASN, rompi, face shield serta masker ikut menjadi vaksinator vaksinasi Covid-19. Dia bersyukur bisa ikut ambil bagian secara langsung dalam proses vaksinasi.

"Saya menang mengajukan diri untuk menjadi vaksinator. Alhamdulillah hari ini bisa dan saya memang sudah lama nggak pegang jarum," ujar Yuni.

Meski sempat grogi, Yuni mengaku bisa melaksanakan tugas mulia tersebut dengan lancar. Kepada wartawan, dia mengaku sudah hampir 5 tahun tidak bergelut dalam bidang kedokteran. Untuk diketahui, Yuni adalah seorang dokter.

"Hampir 5 tahun ini, sejak menjabat kepala daerah saya tidak memegang jarum suntik. Terakhir nyuntik itu ya sebelum jadi bupati," katanya.

Menurutnya, vaksinasi gelombang kedua Kabuparten Sragen hari ini berjalan sesuai harapan. Sejumlah pejabat dinas menjalani vaksinasi di Kantor UPTPK Sragen. Pada hari pertama ini ada 120 orang yang mendapat vaksin. 70 di antaranya pejabat Pemkab Sragen dan 60 orang anggota DPRD beserta sekretariat dewan.

Namun berdasarkan informasi, ada beberapa orang yang tertunda akibat masalah kesehatan. Di antaranya Asisten Sekda Simon Nugroho, Ketua Fraksi PKB Farhurahman, Ketua Fraksi PKS Anggoro Sutrisno, Wakil Ketua DPRD Muslim dan anggota Fraksi PDIP Joko Setiawan karena pernah terpapar Covid-19.

Sekda Sragen Tatag Prabawanto menjadi orang pertama yang disuntik Vaksin Covid-19 oleh Yuni. Tatag sempat berteriak saat bupati mulai memegang jarum suntik. Namun akhirnya berhasil ditenangkan. Tatag mengaku tidak merasakan sakit sedikitpun usai disuntik bupati.

"Tidak, saya tidak merasakan apapun, daya baik baik saja. Saya sudah merasakan divaksin jadi masyarakat jangan percaya dengan berita medsos yang tidak percaya divaksin," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto menyampaikan, hari ini pihaknya telah menerima 10.000 dosis vaksin yang akan digunakan untuk 5.000 orang.

"Data yang sudah masuk ke DKK untuk vaksinasi tahap dua 33.177 orang. Sementara yang sudah masuk teregister ke kementerian kesehatan 24.100 jiwa, sisanya akan menyusul bertahap," jelasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP