Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat bersama Mirna di Olivier, Jessica terlihat cemas dan gelisah

Saat bersama Mirna di Olivier, Jessica terlihat cemas dan gelisah Sidang Jessica. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ahli Kriminolog Prof Ronny Rahman Nitibaskara memaparkan hasil analisisnya usai melihat rekaman kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) nomor 7 di Olivier Cafe terkait kematian I Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Dalam rekaman waktu pukul 16:25:59 itu, menurut Ronny, Jessica duduk paling ujung setelah mengambil sesuatu di tas sembari menengok ke belakang sesaat lalu ia berpindah duduk.

"Mengibaskan rambut adalah sinyal menenangkan diri ketika berada dalam situasi dan kondisi tegang, situasi dan kondisi yang dianggap membuatnya tidak nyaman, membuatnya gelisah, cemas. Ketika seseorang berada dalam situasi kondisi di atas ia akan menyentuh bagian tubuhnya," kata Ronny dalam sidang lanjutan kematian Mirna dengan terdakwa Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9).

Ronny melanjutkan, kemudian pada rekaman pukul 16:23:48, tangan Jessica terlihat kembali masuk ke dalam tas. Namun ahli Kriminolog yang juga Penasehat Kapolri Bidang Kriminologi ini rekaman kali ini aktivitas Jessica tak terlihat secara utuh karena tetutup.

"Gesture menghalangi ini umumnya dilakukan seseorang di depannya atau dibelakangnya untuk menyikapi suatu situasi dan kondisi yang membuatnya tidak nyaman," kata dia.

Kemudian kedua tangan Jessica bergerak-gerak di samping kiri entah megang tas ke samping atau bagaimana. Selanjutnya Jessica pindah kembali untuk merapikan barang-barang yang ada di meja itu yang sebelumnya disingkirkan sambil mengengok-nengok.

"Ini ekspresi kecemasan," tandasnya.

Dia menambahkan, dalam rekaman CCTV itu pun terlihat Mirna dan Jessica berpelukan namun tidak menyentuh. Hal itu menunjukkan ada jarak di antara Mirna dan Jessica.

"Perilaku nonverbal memberi jarak tersebut menunjukkan bahwa Mirna merasa tidak nyaman melakukan pertemuan dengan Jessica saat itu," ujar dia.

"Memberi jarak tersebut merupakan bahas tubuh, gesture atau perilau nonverbal yang menunjukkan penolakan atau dalam reaksi otak limbik merupakan proses hindari," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP