Saat 17 napi kabur, Rutan Palembang hanya dijaga 7 sipir
Merdeka.com - Sebanyak 17 narapidana rumah tahanan (rutan) Klas I Pakjo Palembang kabur usai menjebol teralis besi. Saat peristiwa tersebut, hanya tujuh sipir yang bertugas berjaga.
"Sipir atau petugas jaga hanya 7 orang," ujar Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel, Sudirman D Hury kepada wartawan, Jumat (26/5).
Sudirman mengakui jika rutan tersebut sudah over capacity. Dari daya tampung hanya 750 orang, rutan kini dihuni sebanyak 1.600 narapidana.
"Emang over kapasitas. Dari idealnya 750 orang yang kita tampung 1.600. Sipir atau petugas jaga hanya 7 orang."
Sementara itu, buntut kaburnya 17 napi, lanjutnya, sebanyak 50 narapidana kini dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Palembang.
Para napi yang dipindahkan itu dibawa menggunakan bus milik Polresta Palembang. Dikabarkan, mereka adalah kepala pecong (pimpinan) napi di Rutan Palembang. Namun, belum diketahui keterlibatan 50 napi dalam insiden kaburnya tahanan.
"Ini pemindahan rutin, hanya mengurangi kapasitas," ungkap Sudirman.
Sebelumnya, sebanyak 17 tahanan dan napi Rutan Pakjo Palembang kabur, Jumat (26/5) pukul 01.45 Wib. Mereka keluar penjara dengan menjebol teralis penjara setelah dipotong pakai gergaji.
Informasi dihimpun, petugas rutan awalnya mengecek blok E nomor 9. Namun, petugas kaget karena 17 napi sedang memanjat tembok menggunakan kain sarung. Delapan napi ditangkap kembali dan sisanya berhasil kabur.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya