Saat 1 keluarga tewas terbakar, Hotel Tower hanya terisi 2 kamar
Merdeka.com - Hotel Tower di Klungkung tempat keluarga korban I Gusti Bagus Karpica menginap ternyata saat itu hanya dua kamar saja yang terisi. Hotel yang terletak di tengah kota Semarapura Kabupaten Klungkung ini, memiliki 18 kamar. Ada 3 kamar terletak di lantai satu, 11 kamar ada di lantai dua dan sisanya di lantai 3 berbentuk Villa.
Supervisor Hotel Tower, Ery Widiatmoko bahwa saat itu pada Kamis (22/1) malam hanya ada tamu di kamar 221 yang ditempati korban dan keluarganya dan 1 kamar lagi nomor 205 di tempati tamu atas nama Ketut Arta (42) yang beralamat dari Gianyar.
"Jadi saat korban masuk, hanya dua kamar saja yang terjual. Memang sepi di sini pak," aku Ery, Jumat (23/1)di Klungkung.
Menurutnya malam kejadian, tamu kamar 205 tersebut malah tidak tidur di hotel dan mengaku ada acara ngaben. "Penghuni kamar 205 ini sudah keluar kamar sejak jam 4 sore, ada upacara ngaben," terang Ery sedikit gugup di hadapan petugas.
Disinggung soal kabarnya hotel ini sering dijadikan tempat menginap pasangan mesum yang short time, Ery hanya diam tidak menjawab.
Sementara itu, dari keterangan karyawan hotel yang bertugas malam dari Kamis hingga Jumat pagi, diketahui tidak satupun ada penghuni kamar hotel di lantai dua yang turun ke bawah. Bahkan tidak ada juga yang mencium bau asap kasur terbakar.
"Disitulah keanehannya, masa kasur terbakar tidak ada yang mencium. Apalah ada bauk daging terbakar pasti tercium," celetuk salah seorang anggota yang datang mengamankan lokasi.
Dari hasil penyisiran seluruh isi kamar nomor 221 di Hotel Tower Klungkung, tempat keluarga I Gusti Bagus Karpica tewas terbakar, ditemukan satu botol berisi cairan dan sisa makanan di meja dekat kasur yang terbakar.
"Kita belum tahu apa kandungan dalam isi cairan tersebut. Kita tunggu saja, karena belum ada menunjuk arah dilakukannya autopsi terhadap korban," terang Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati.
Selain itu, di dalam mobil korban juga diamankan undangan acara Gathering di sebuah hotel mewah. Apakah bisa dikatakan korban bunuh diri? AKBP Wirawati, mengaku tidak mau berspekulasi demikian. Dari keterangan sejumlah keluarga memang diakui korban yang akrab disapa Gus'De ini sangat tertutup dan jarang bicara.
"Infonya, korban sosok yang pendiam. Dia punya usaha bengkel di Karangasem dan lumayan besar," jelasnya.
Didesak soal isi botol oleh wartawan, Kapolres Klungkung ini berkelit. "Sekali lagi saya tekankan, mengenai apa isinya cairan di botol tersebut kami masih dalami oleh Tim Labfor Polda Bali," tegasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya