Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RUU Tembakau harus gol untuk lindungi petani

RUU Tembakau harus gol untuk lindungi petani Diskusi RUU Tembakau di UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta. ©2015 Merdeka.com/Alfa Gumilang

Merdeka.com - Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek menggelar diskusi publik di Universitas Islam Negeri Syarief HidayatullahJakarta, Selasa (10/3), untuk mengawal Rancangan Undang-Undang Pertembakauan yang kini masih dibahas Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketua Koalisi Nasional Penyalamatan Kretek Zulvan Kurniawan menyatakan draf regulasi itu harus lolos, untuk menyelamatkan nasib petani. Dia mengatakan yang paling diuntungkan dari RUU tersebut justru kalangan akar rumput.

"RUU Pertembakauan ini murni diusung oleh para stakeholder pertembakauan seperti petani tembakau dan juga para konsumen rokok kretek," ujanya dalam keterangan pers kepada merdeka.com.

RUU Pertembakauan menjadi salah satu dari 37 regulasi prioritas yang harus dituntaskan oleh legislatif thaun ini. DPD maupun DPR sepakat mendorong percepatan pembahasan aturan perlindungan pertanian tembakau itu.

"Ada tujuh usulan DPD yang sama dengan usulan DPR dan sudah disepakati," kata Ketua Baleg DPR Sareh Wiryono.

Peneliti Sosial Don K. Marut menyatakan pertanian tembakau memiliki aspek sosial budaya mengakar di Tanah Air. Tanpa aturan yang jelas mengatur cocok tanam tembakau, maka alur bisnis dari hulu sampai hilir akan dirugikan. Tanpa payung hukum, maka pemerintah membiarkan 6 juta petani tembakau dan ribuan petani cengkeh menderita.

"RUU Pertembakauan ini seperti benteng terakhir dari petani tembakau. Karena sudah banyak sekali regulasi-regulasi anti tembakau yang terus menekan petani tembakau," kata Marut.

Salah satu wujud tekanan pada industri tembakau adalah pelarangan sponsor rokok di acara olah raga. Pengamat sepakbola, Zen R.S, mengatakan fenomena membatasi gerak bisnis tembakau terjadi secara global. Dan ini lebih terkait dengan persaingan bisnis.

Zen mencontohkan FIFA sejak 2002 melarang sponsor rokok dalam pagelaran Piala Dunia. Namun pada Piala Dunia di Brazil, FIFA meminta pemerintah Brazil untuk merevisi larangan minum dan berjualan alkohol di sekitar stadion.

"Ternyata FIFA sudah terikat kontrak selama 30 tahun dengan produsen bir. Padahal notabenenya, alkohol juga memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan," tuturnya. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP