RUU Kamnas Hambat Pengesahan UU Rahasia Sandi Negara

    Reporter : Andrian Salam Wiyono | Kamis, 8 November 2012 04:09

    RUU Kamnas Hambat Pengesahan UU Rahasia Sandi Negara
    Demo tolak RUU Kamnas. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

    Merdeka.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional saat ini masih tarik ulur pengesahannya. Hal itu mengakibatkan terhambatnya kepada proses UU Rahasia Sandi Negara, sebagai lembaga pelindung dalam hal ini cyber crime. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sendiri membutuhkan restu dari banyak pihak, salah satunya Intitusi Kepolisian.

    Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi, mengatakan sudah banyak pihak dan lembaga yang mendorong untuk merancang Undung-undang rahasia negara. Namun menurutnya kepolisian masih minta pengajuannya untuk disempurnakan dan menanti hasil dari RUU Kamnas yang masih belum sah.

    "Kami sedang merancang. Kami belum disetujui, dan satu institusi yang belum membubuhi yakni polisi," katanya di Kampus ITB, Bandung, Rabu (7/11).

    Kata Djoko, Kepolisian masih meminta kejelasan mengenai RUU Kamnas yang sedang dalam perbaikan. "Ini masih jadi ganjalan. Kita terjadi sedikit hambatan. Kita Akan lahir setelah ada RUU Kamnas," ungkapnya.

    Namun pihaknya kini tengah berupaya untuk memperbaiki rancangan yang tengah disusun. Menurutnya kejahatan dalam dunia maya (cyber crime) sudah menjadi masalah utama. Apalagi semakin berkembangnya teknologi membuat tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan.

    "Indonesia ini sekarang ibarat di nina bobokan dengan berbagai teknologi yang masuk, namun bilamana lengah suatu saat bukan berarti ancaman akan datang," katanya.

    Selain BIN dan Kementerian Luar Negeri sebagai fungsi pengawas, Lemsaneg juga tengah memperkuat SDM yang diantaranya menggandeng ITB sebagai pengembang keilmuan. ITB dipercaya dapat membantu dalam bidang penelitian dan rekayasa teknologi di bidang Cyber Security.

    "Saya harapkan dukungan semua pihak. Karena negara berkembang tak lepas dari ancaman cyber, jika tidak waspada kita khawatir kehancuran akan menyerang," ujarnya.

    Di era keterbukaan informasi ini, rentan menjadi sasaran kejahatan siber. Misalnya negara Estonia pada 2007 lalu yang dimana satu negara nyaris lumpuh karena jaringan yang di hacker oleh pihak tidak bertanggung jawab. "Ini yang harus kita antisipasi," tandasnya.

    [ren]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Ruu Kamnas

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Terapi sambil santai, ini 5 cara mudah atasi nyeri kaki
  • Kereta cepat bisa ancam maskapai penerbangan
  • 'MACGYVER' akan digarap ulang dan diangkat jadi film layar lebar
  • Revisi UU KPK, citra Jokowi dipertaruhkan
  • Goodbye Song Triplets, Song Il Kook - Manse bikin air mata pecah
  • Begini reaksi netizen saat UU ITE dibahas
  • Cerita eks aspri DPR jadi sopir ojek online gara-gara bosnya korupsi
  • Antho Nugroho ngaku lover, Chika Jessica tak percaya
  • Pakai tindik di hidung, Kylie Jenner nyaris tak dikenali
  • Sopir bus ini diklaim jadi orang pertama tewas dihantam meteor
  • SHOW MORE