Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rumah pengusaha properti di Modern Land dilempar bom molotov

Rumah pengusaha properti di Modern Land dilempar bom molotov bom molotov. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Rumah seorang pengusaha property di Cluster Primer Park 1 Blok G/12, Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, diteror dengan bom molotov, Senin (5/1) dini hari. Berdasarkan informasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Diduga pelaku yang berjumlah empat orang dengan menggunakan sepeda motor menyatroni rumah milik Senja Wijaya Ali.

Mereka pun melempar botol berisi bensin yang telah dibakar ke arah garasi. Akhirnya bom yang dilempar orang tak dikenal tersebut mengenai tiga unit mobil korban hingga bagian bempernya terbakar. Peristiwa tersebut sempat terekam CCTV namun, wajah pelaku tidak terlihat jelas.

Seorang petugas Keamanan Cluster Primer Park 1 membenarkan jika korban tinggal di cluster itu. Namun, dia tidak mengetahui terkait peristiwa teror tersebut. Saat mencoba mengonfirmasi korban, pihak keamanan melarang wartawan masuk dengan alasan SOP.

"Ya memang Pak Senja tinggal di sini tapi kalau pelemparan bom molotov saya tidak tahu, saya baru ganti shift," tukasnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo membenarkan, peristiwa tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti.

"Ada serpihan pecahan botol angker bir serta sisa sumbu dan di pecahan botol tersebut masih terdapat sisa-sisa bensin," katanya.

Namun, Sutarmo enggan menyebutkan bahwa kasus tersebut merupakan teror melainkan kasus pengerusakan. "Diduga pelaku tidak berani bertemu langsung dengan yang bersangkutan hingga melakukan pengerusakan. Pada saat kejadian, korban tidak sedang berada di rumah. Namun istrinya sempat mendengar ada suara yang pecah kemudian ada percikan api," jelasnya.

Dia sangat menyayangkan jika korban dalam hal ini tidak mau melapor dan menceritakan yang sebenarnya. "Awalnya enggan melapor karena dia beranggapan masalah yang menimpanya adalah masalah pribadi," tambah Sutarmo.

Menurut Sutarmo, korban merupakan pengusaha properti. Tetapi dia belum mengetahui apakah ada kaitannya dengan peristiwa yang menimpa korban. "Kami masih memintai keterangan terkait masalah pribadi korban dengan siapa dan untuk menunjuk siapa pelakunya kami masih memerlukan pembuktian yang mengarah," terangnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP