Rumah pencuri amplifier musala dijaga polisi
Merdeka.com - Muhammad Aljahra (MA) alias Zoya menjadi korban amuk masa karena mencuri amplifier Musala Al-Hidayah, di Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Tak hanya dipukuli Zoya juga di bakar oleh warga yang sedang tersulut emosi hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Setelah insiden tersebut, rumah keluarga Zoya di Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Desa Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, dijaga oleh aparat kepolisian. Hal itu dilakukan untuk menimbulkan rasa aman bagi istri dan juga anak Zoya.
"Kami polisi tiap hari berjaga di rumahnya supaya aman dan nyaman," kata Kapolres Bekasi Kabupaten Asep Adi Saputa, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/8).
Menurut dia, walaupun Zoya diduga kuat sebagai pelaku pencurian amplifier baik Zoya atau keluarganya harus dilindungi hak asasinya sebagai manusia.
"MA mendapat perhatian publik. Ini adalah respon sosial yang baik. Meski dia pelaku, dia adalah manusia yang harus dilindungi hamnya karena banyak juga," ujarnya.
Sebelumnya, raut kesedihan juga masih tampak di wajah Siti Zubaidah. Warga Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi itu ditinggal mati suaminya Muhammad Aljahra alias Zoya (30) yang tewas secara mengenaskan. Zoya dituduh mencuri amplifier musala dan dihajar warga serta dibakar hidup-hidup di Babelan, Bekasi Selasa (2/8) petang.
"Saya yakin kalau suami saya tidak melakukan pencurian. Saya enggak percaya atas tuduhan itu," kata Zubaidah saat ditemui merdeka.com, Kamis (3/8).
Menurut dia, suaminya merupakan teknisi elektronik. Biasanya memperbaiki pengeras suara seperti toa yang rusak, sound system, televisi dan lainnya. "Saya pasrah dengan kejadian ini," katanya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya