Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imigrasi akui kesulitan lacak WNA lakukan kejahatan di rumah mewah

Imigrasi akui kesulitan lacak WNA lakukan kejahatan di rumah mewah Mabes gerebek rumah mewah di Bandung. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny Sompie mengatakan, warga negara asing (WNA) yang menyusup ke Indonesia untuk melancarkan aksi kejahatan saat ini sudah jarang menggunakan hotel sebagai tempat berkumpul.

Tempat-tempat dengan akses pengawasan yang renggang, menjadi lokasi baru bagi para WNA untuk melancarkan aksinya.

"Modus operandi sekarang mereka ini selalu dilakukan di luar hotel. Vila, rumah mewah karena akses dan pengawasan dinilai (WNA) sulit," kata Ronny di tempat kejadian perkara (TKP) pengungkapan jaringan narkotika internasional dan cyber crime, di Jalan Setra Duta Raya E-3 No.8, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (27/8/2015).

Tim gabungan Bareskrim Mabes Polri, Bea Cukai, Imigrasi dan analis TI membekuk 30 Warga Negara Taiwan di markas yang sudah ditempati sekitar satu bulan lalu itu.

Terbongkarnya jaringan tersebut berawal dari petugas yang menangkap kurir narkoba jenis sabu di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada 22 Agustus 2015. Petugas menangkap tersangka, Chen Hsin Chieh dan satu warga negara Indonesia yakni Harry Gandhy. Adapun barang bukti berupa 2,5 kilogram sabu. Penangkapan itu berbuah manis. Rumah mewah di Setra Duta digerebek. Diketahui rumah mewah tersebut dijadikan kantor dan tempat tinggal.

Belajar dari pengalaman itu, Ronny meminta pada aparat wilayah untuk bisa lebih jeli melihat gerak-gerik warga baru yang akan menghuni tempat tinggal. Masyarakat juga diimbau untuk tidak sungkan melaporkan jika ada temuan mencurigakan dalam sebuah rumah.

"Masyarakat perlu disosialisasikan. Bahwa mereka sekarang ini sewa rumah mewah dan vila. Karena kalau gunakan hotel kami Dirjen Imigrasi sudah link dengan perhotelan. Tapi rumah penduduk, vila, kami belum dapatkan feedback tentang adanya orang asing di dalamnya. Makannya kami butuhkan agar bisa lakukan upaya pencegahan," terangnya.

Dia meminta aparat seperti Babinsa, Babinkamtibmas untuk bisa lebih jeli mengecek rumah tinggal yang terlihat senyap. "Karena memang senyap. Karena mereka sudah sesuaikan sedemikian rupa agar tidak timbul kecurigaan," tutupnya. (mdk/siw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP