Rumah dua lantai di Bintaro ditembok warga
Merdeka.com - Warga Perumahan Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, membuat tembok di depan rumah milik Deni Akung. Hal ini dilakukan karena warga menilai rumah Deni sudah bukan bagian dari kompleks tersebut.
"Rumahnya ini sebenarnya bukan rumah komplek mas, ini seharusnya masuk Jalan Mawar," ujar Effendy, salah satu warga Perumahan Bukit Mas, Bintaro, di lokasi, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).
Dalam masalah tersebut, kata Effendy, para warga sudah mengadu ke Ketua RW 15, Lutfi. Namun, lanjutnya, ketua RW yang dianggap bisa menyelesaikan masalah hanya berdiam diri.
"Kita sudah bilang sama ketua RW 15, cuma kita sudah tegur namun diabaikan olehnya. Ya mungkin dia merasa RW mungkin berhak dengan beberapa orang saja," katanya.
Di tempat yang berbeda, Lurah Bintaro Sri Emi Fariza mengatakan bahwa masalah tersebut telah ditengahi guna menyelesaikan kasus tersebut. "Kemarin kita sudah temui mereka untuk mediasi. Saya berharap ini bisa diselesaikan melalui kekeluargaan," katanya.
Sri mengatakan, penembokan tersebut sudah pernah dilakukan saat Idul Adha. "Ini (penembokan) sudah kedua kalinya. Pertama itu sebelum lebaran kemarin," kata Sri.
Sri mengatakan, pada saat akan melakukan penembokan rumah tersebut pihak kepolisian sudah mengetahuinya. "Jadi dari kepolisian ada dan tahu akan dilakukan penembokan. Namun, kepolisian di sini fungsinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Di tempat yang berbeda, warga pun membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan mendirikan tembok disaksikan oleh pihak kepolisian. "Jadi kita dari warga dirikan tembok itu disaksikan oleh kepolisian polres dan juga polsek," tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun, penjual rumah yakni Heru pernah berbicara dengan warga soal adanya calon penghuni baru di rumahnya yaitu Deni. Namun negosiasi ini tak mulus hingga akhirnya terjadi 'perselisihan' antara warga kompleks dengan Deni.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya