Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rumah di jalan sepi jadi sasaran rampok bersenpi di Surabaya

Rumah di jalan sepi jadi sasaran rampok bersenpi di Surabaya Ilustrasi Perampokan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiap beraksi, duet rampok spesialis rumah di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nicolas Sapulete (33), warga Jalan Kapasari Gg 5/1, Surabaya dan Aris Setiyawan (35), warga Kapasari Pedukuhan BEI/54, Surabaya, yang ditembak mati polisi bisa dibilang cukup piawai memilih sasarannya. Mereka kerap menjarah rumah-rumah mewah pinggir jalan yang sepi, salah satunya di Jalan Biliton, Surabaya.

Tak hanya itu, selain membawa peralatan lengkap, mereka juga kerap membawa kendaraan dengan nopol palsu. "Di Jalan Biliton ini, termasuk jalan sepi. Rumah yang akan dijarah pelaku bukan rumah kosong, tapi karena jalannya sepi, kalaupun ada pengendara yang lewat, tidak akan menghentikan kendaraannya saat melihat aksi pelaku," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, Senin sore (22/9).

Setiap aksi, pelaku membawa kendaraan Honda Beat warna orange dengan Nopol palsu. "Nopol aslinya W 2736 WR, tapi yang digunakan nomor lain yang dilekatkan menggunakan lakban. Melihat dari semua barang bukti ini, tersangka sudah mempersiapkan betul semua peralatannya, sebelum beraksi," ungkapnya.

Sebelum ditembak mati petugas, tersangka Nicolas sendiri, pernah berurusan dengan pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya di tahun 2013, karena kasus yang sama. "Setelah keluar dia kembali beraksi. Tercatat sudah ada 7 TKP, tiga di wilayah Wiyung, dua di Gubeng, satu di Sawahan dan Wonokromo. Jadi tersangka Nico ini, sebelumnya sudah kita tetapkan sebagi DPO," ujarnya.

Sementara tersangka Aris, yang kaki kirinya dilumpuhkan dengan timah panas mengaku, kalau dia hanya berperan sebagai Joki. "Untuk masalah eksekusi urusan Nico. Saya baru dua kali diajak. Pertama di Diponegoro dapat Suzuki Shogun 125. Di gubeng belum dapat. Saya ketemu sama Nico gembong," aku Aris di hadapan penyidik.

Aris juga mengaku, biasanya, Nico kerap beraksi dengan tetangga depan rumahnya, Agus alias Gacor. "Tapi waktu aksi pagi tadi, ngajak saya. Kita ketemuan di Jalan Gembong. Saya sendiri tidak tahu kalu Nico bawa pistol," akunya lagi sambil mengaku kalau hasil merampok digunakannya untuk pesta miras.

Diberitakan sebelumnya, anggota jajaran Polsek Gubeng, Senin dini hari tadi terpaksa menembak mati pelaku perampokan bersenpi, yang kerap beraksi di Kota Pahlawan. Sempat terjadi aksi saling tembak antara petugas dengan tersangka.

Sebelum kejadian, anggota Tim Hunter Polsek Gubeng melihat dua orang mencurigakan di depan rumah nomor 34, Jalan Biliton. Dua tersangka diketahui bernama Nicolas Sapulete (33), warga Jalan Kapasari Gg 5/1, Surabaya dan Aris Setiyawan (35), warga Kapasari Pedukuhan BEI/54, Surabaya.

Anggota kemudian melakukan penggeledahan. Di luar dugaan, tersangka Nicolas mengeluarkan senjata jenis Bareta-nya dan menembakkannya ke arah petugas. Terjadi aksi saling tembak antara tersangka dengan polisi, hingga akhirnya tersangka roboh karena punggung, pinggul, paha kiri dan lengan kanannya ditembus timah panas petuga.

Sementara tersangka Aris, melarikan diri ke arah Jalan Karimun Jawa, tepat di depan Rumah Sakit Siloam, tersangka Aris melakukan perampasan kendaraan bermotor, Honda Beat L 5388 EC, milik Muhammad Umar.

Namun upayanya gagal, karena korban berusaha mempertahankan kendaraannya itu. Tersangkapun kembali berlari dari kejaran petugas, hingga tersungkur karena petugas terpaksa harus menghentikannya dengan menembak kaki kanannya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP