Rumah cuma 3,5 km, guru SD di Karangasem bolos 4 bulan karena jauh
Merdeka.com - I Made Subrata, guru SD Negeri 1 Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, bolos ngajar selama empat bulan. Alasannya, Subrata merasa antara rumah dan sekolah yang berjarak 3,5 km terlalu jauh.
Orang tua murid yang diwakili komite sekolah melaporkan perilaku Subrata yang tak patut ditiru itu ke DPRD Karangasem. Orang tua murid menyampaikan siswa tak pernah mendapat pelajaran dari Subrata sejak Januari lalu.
Menyikapi laporan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Karangasem yang diketuai I Nyoman Musna Antara, langsung melakukan sidak ke lapangan menuju sekolah tersebut.
Sayangnya, setiba di SD Negeri 1 Tista yang menyandang status SD Gugus 1 tersebut, para anggota dewan harus mengerutkan kening lantaran gedung sekolah sepi tanpa aktifitas, sementara pintu gerbang juga dalam keadaan digembok.
Padahal saat itu waktu masih menunjukkan pukul 10.30 WITA. Namun berselang setengah jam kemudian seorang guru muncul bersama Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Abang.
"Anak-anak baru saja pulang sekolah, karena hari ini kan Peringatan Hari Pendidikan Nasional," kata I Nyoman Gatot, guru tersebut.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Tista, I Gede Putu, yang datang belakangan tidak membantah soal kebenaran dari laporan orang tua murid tersebut.
Anehnya, dia tidak bisa bersikap untuk lakukan tindakan. Padahal dia menyadari kalau guru pengajar di sekolah yang dia pimpin masih sangat kekurangan guru.
"Memang yang bersangkutan (Made Subrata) jarang masuk ngajar, alasannya karena jauh dan beliaunya ada kesibukan lain karena menjadi Pemangku," ungkap I Gede Putu, Selasa (2/5).
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Komite SD Negeri 1 Tista, I Wayan Musikara. Kepada anggota Komisi IV, Musikara menjelaskan jika pihaknya terpaksa mengadukan terkait guru Kelas V yang tidak pernah masuk mengajar itu ke dewan, karena banyaknya protes dan keluhan dari orang tua siswa.
"Kami membuat laporan ke DPRD Karangasem karena yang bersangkutan jarang masuk. Kami meminta agar ada guru yang jelas yang ditugaskan di sini," ucap Musikara.
Terkait hal ini, anggota Komisi IV yang juga Ketua Pansus ASN, I Gede Dana, mempertanyakan soal absensi guru malas tersebut. Pasalnya kata Gede Dana, guru bersangkutan sudah bersertifikasi.
"Kalau yang bersangkutan tidak pernah masuk mengajar, bagaimana dengan sertifikasinya?" lontarnya.
Pihaknya meminta kepada Kepala Sekolah untuk tidak mengabsenkan yang bersangkutan. "Yang riil sesuai dengan fakta saja, kalau yang bersangkutan tidak masuk ya tulis saja tidak masuk biar sertifikasinya dihapus," pinta Gede Dana kepada Kepala Sekolah.
Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Abang, I Ketut Sumanda, menegaskan jika pihaknya sebenarnya sudah berulangkali memanggil Made Subrata untuk diberikan pembinaan, namun tetap saja seperti itu yang bersangkutan jarang masuk mengajar dengan alasan jauh dari rumah yang berjarak hanya 3,5 km.
Untuk diketahui, Made Subrata sendiri sejak dimutasi dari Tianyar, Kubu ke SD Negeri 1 Tista pada Januari lalu, sangat jarang sekali masuk mengajar.
"Kita akan memanggil yang bersangkutan bersama Kepala UPT dan Dinas Pendidikan untuk dimintai penjelasan. Kalau dibiarkan terus seperti ini kasihan siswanya tidak pernah mendapatkan pelajaran," cetus Ketua Komisi IV DPRD, I Nyoman Musna Antara.
Alasan dari oknum guru ini yang mengatakan tempat sekolah dirinya mengajar jauh dari rumah. Sangat berbanding terbalik dengan semangat Nyoman Kariasih siswi kelas X SMK Toya Anyar kecamatan Kubu Karangasem.
Kariasih harus menempuh jalur hutan dan bukit sepanjang 30 km. Perjalanan itu dilaluinya selama hampir 3 jam dari rumah menuju tempatnya bersekolah.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya