Rumah bocah Dani didobrak polisi, ibunda melawan sebut bukan teroris
Merdeka.com - Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, bersama KPAI mendatangi rumah bocah Dani, di kawasan elite Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua, Blok E8, Bekasi. Dani selama ini terlantar karena tak boleh masuk ke rumah hingga akhirnya sering tidur di pos jaga.
Saat polisi tiba, ibunda Dani menolak membuka pintu. Dia malah berteriak-teriak menolak diperlakukan demikian.
"Tolong pak, saya bukan teroris," kata ibunda Dani, Kamis (14/5).
Polisi coba membujuk. Dia tetap menolak dengan alasan tidak ada suaminya.
"Saya enggak mau buka pintu kalau enggak ada suami saya," katanya lagi.
Polisi dan KPAI terus membujuk dan memastikan ada suaminya bersama mereka.
"Pokoknya saya enggak mau buka mau ke kamar mandi dulu, tolong pak, tolong," katanya dari balik pintu.
Adik-adik Dani yang ada di dalam rumah itu hanya mengintip dari jendela. Kedatangan polisi mencuri perhatian warga yang ramai-ramai menonton.
"Tolong bu saya saja yang masuk, saya mau ngomong," kata Komisioner KPAI, Erlinda yang menemani.
Tapi ibu Dani tetap menolak hingga akhirnya pintu rumah didobrak.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya