Rujukan Covid-19 Meningkat, Pemkot Solo Minta RSUD Bung Karno Dioperasionalkan
Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan izin RSUD Bung Karno untuk pelayanan khusus pasien covid-19. Pasalnya perkembangan kasus Covid-19 di Solo dan sekitarnya terus bertambah.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani mengatakan yang diperlukan saat ini adalah peningkatan kapasitas rumah sakit yang menangani Covid-19. Pihaknya saat ini sudah mengusulkan RSUD Bung Karno dioperasionalkan untuk penanganan Covid-19 secara menyeluruh.
"Saat ini kita kan sudah menyiapkan ruangnya. Sementara untuk tenaga medisnya, kita belum ada. Karena dulunya untuk rumah sakit umum. Makanya ini yang kita harapkan kepada pemerintah provinsi. Dengan perkembangan yang seperti ini, kita mohon dukungan untuk operasional RSUD Bung Karno segera diimplementasikan. Karena rujukan-rujukan ini sudah banyak yang ke Solo," ujar Ahyani, Selasa (14/4).
Dia menilai peningkatan kapasitas mendesak dilakukan lantaran semakin banyaknya jumlah pasien yang ditangani. Peningkatan kapasitas tersebut termasuk di RSUD dr Moewardi sebagai RS rujukan. Sepengetahuan dia, jumlah ruang isolasi yang ada di RSUD dr Moewardi saat ini sebanyak 27. Dalam 2 pekan kedepan, jumlah tersebut akan dinaikkan dua kali lipat menjadi 54 ruang.
"Itupun kalau sampai penuh, kita buat skenario untuk yang di RSUD Bung Karno. Secara fisik bangunannya sudah siap untuk menangani pasien PDP sampai positif Covid-19," katanya.
Di RSUD Bung Karno, jelas Ahyani, juga sudah disiapkan belasan ruang isolasi. Pemkot Solo, menurut Sekda Kota Solo itu, tinggal menunggu bantuan Pemprov atau pemerintah pusat untuk kelengkapan lainnya.
Hingga Selasa siang, data pasien Covid-19 di Kota Surakarta tak mengalami banyak perubahan. Jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang. Dengan rincian 2 meninggal, 1 sembuh dan 2 dirawat di RSUD dr Moewardi Solo.
"Update untuk Kota Solo yang terkonfirmasi masih sama, jumlahnya 5. Untuk luar kota Solo jumlahnya juga masih sama 9 orang," katanya.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 65 orang. 20 orang di antaranya menjalani rawat inap, 33 sembuh dan 12 meninggal dunia. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 382.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya