Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ruhut sindir dirut Pelindo II: Kalau benar kenapa takut, jaga etika!

Ruhut sindir dirut Pelindo II: Kalau benar kenapa takut, jaga etika! Dirut Pelindo II RJ Lino. ©2015 Merdeka.com/muchlisa

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menantang Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino membuktikan ucapannya untuk mundur dari jabatannya. Dia tak terima ruangan kerjanya digeledah terkait dugaan kasus pencucian uang yang dilakukan PT Pelindo II saat pengadaan 10 unit mobile Crane yang dibeli pada 2013 lalu yang memakan biaya miliaran Rupiah.

"Dia perlu mundur, banyak yang mau posisi Pelindo II. Pak Jokowi itu orang baik ya, kita sayangkan banyak pembantunya yang kayagini (sikapnya)" kata Ruhut di Cipanas, Jawa Barat, Sabtu (29/8).

Ruhut juga merasa heran dengan sikap RJ Lino yang tak terima dengan penggeledahan di kantornya tapi malah mengadukan hal tersebut dengan menelepon Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Padahal, lanjut Ruhut, setiap penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian dipastikan sudah sesuai prosedur. Apalagi, RJ Lino menghubungi Sofyan Djalil di hadapan media.

"Harus hormati azas hukum before the law. Kalau merasa benar kenapa mesti takut? Jaga etika," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino merasa geram dengan tindakan Bareskrim Mabes Polri yang menggeledah kantornya hari ini. Bareskrim menggeledah PT Pelindo II untuk mencari bukti dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobil Crane.

RJ Lino bahkan langsung melaporkan hal ini kepada Kepala Bappenas Sofyan Djalil, usai tahu kantornya digeledah. Lewat sambungan telepon, dia meminta agar Sofyan melapor ke Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan ini segera. Jika tidak, dia mengancam bakal mundur dari posisi dirut PT Pelindo secepatnya.

"Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Pak Presiden, kalau caranya begini saya berhenti saja besok," kata RJ Lino kepada Sofyan Jalil via telepon di Kantor Pusat PT. Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

Berikut percakapan RJ Lino dengan Sofyan Djalil yang diperdengarkan langsung melalui speaker ponsel kepada para wartawan:

"Halo Pak Sofyan, selamat siang pak," ucap RJ Lino.

"Kenapa Pak RJ Lino?" ucap Sofyan.

"Ini saya pulang rapat di luar tiba-tiba kok begitu banyak polisi di kantor," lanjut RJ Lino.

"Ada apa?" balas Sofyan.

"Ada penggeledahan. Mereka cari file. Ya saya hormatilah tugas mereka. Tapi ya saya tidak bisa begini-ini. Harusnya dipanggil dulu, ditanya dulu, dicek dulu ada apa gitu ya."

"Hmmm," sahut Sofyan.

"Kemudian seperti Crane itu yang 10 itu. Very small investment dari investment yang besar. Kemudian itu kan sudah proses itu sudah diperiksa berkali-kali, BPK sudah periksa dan sudah clear juga, proses lelang sampai semuanya," jelas RJ Lino.

"Yang dulu itu?" lanjut Sofyan.

"Sebenarnya bukan lagi dipanggil KPK. KPK saya masih ikut campur untuk mutusin. Kalau ini saya sama sekali nggak tahu. Jadi mulai proses lelang," ucapnya.

"Memang ada yang lapor?" balas Sofyan.

"Saya kira ini ada karyawan JICT yang laporlah ini biasa. Yang ini mulai proses lelang sampai diputusi pemenang kontrak saya tidak ngerti apa-apa," ucap RJ Lino.

"Ya. Yaya.. terus?" jawab Sofyan.

"Saya tidak pernah teken kontrak. Terus terang saya SMS Pak Luhut Panjaitan (Menko Polhukam-red). Beliau lagi rapat. Saya protes besar. Kalau begini caranya, saya berenti lah sekarang," jelasnya.

"Terus bagaimana sekarang?" jawab Sofyan.

"Kalau seperti ini caranya, saya berhenti saja. Nggak bisa negeri ini pak," ucap RJ Lino.

"Ditelepon Pak Tito? Pak kapolda?" ucap Sofyan.

"Enggak tadi saya telepon Pak Luhut. Bukan kapolda pak. Tadi dari Bareskrim Polri yang ke sini. Pak Sofyan yaa, kalau Presiden tidak bisa clear hari ini, besok berhenti lah. Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on Pak. I'm make this company so rich. Enggak fair pak. Bapak tolong kasih tahu presiden deh, kalau caranya seperti ini, saya berhenti," ancam RJ Lino.

"Ibu Rini Sumarno (Menteri BUMN) gimana?," singkat Sofyan.

"Ibu Rini sudah telepon Kapolri. Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Presiden pak, kalau caranya begini saya berhenti saja besok. Saya sama sekali disappointed. Saya sama sekali disappointed."

"Dasarnya apa?" ucap Sofyan.

"Dasarnya katanya ada korupsi sama money laundring. Come on. Jadi Pak Sofyan tolong kasih tahu presiden, kalau tidak clearkan hari ini, saya berhenti besok. Saya tidak mau kerja seperti ini. Negeri ini tidak bisa seperti ini," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP