Ruang Isolasi Penuh, RSUD Cibinong Tolak Pasien Covid-19
Merdeka.com - RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor sudah tidak bisa lagi menampung pasien Covid-19. Pasalnya, seluruh kamar isolasi di rumah sakit pelat merah itu sudah penuh.
Nina Erina, warga Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor harus ditolak untuk mendapat perawatan medis, meski dia dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani tes swab di rumah sakit swasta pada 25 November 2020.
Nina menceritakan, dia merasakan gejala flu dan batuk-batuk. "Makanya rumah sakti Trimitra merujuk saya ke RSUD Cibinong. Tapi ditolak dengan alasan ruangan penuh," kata Nina, Jumat (27/11).
Pihak RSUD Cibinong, kemudian menyarankan Nina untuk dirawat di Puskesmas 24 jam di Citeureup. "Akhirnya saya ke puskesmas 24 jam di Citeureup. Tapi tidak mendapat pelayanan juga," kata dia.
Akhirnya, Nina bersama keluarga berinisiatif mencari rumah sakit swasta di Cibinong dan Citeureup agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena dia khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan pada kesehatannya.
"Saya sekarang dirawat di RS Husada Cibinong. Sejauh ini pelayanannya baik sesuai standar protokol Covid-19. Flu sudah tidak tapi batunya masih. Tapi pas diswab lagi masi positif," katanya.
Dikonfirmasi, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cibinong, Fusi Mediawaty membantah jika ada penolakan pasien. "Bukan ditolak. Tapi diedukasi bahwa ruangan kemarin sore penuh," kata Fusia.
Perempuan yang akrab disapa dokter Uci itu menjelaskan, rata-rata pasien per hari di RSUD Cibinong mencapai 120 hingga 135 pasien, dengan mobilitas keluar masuk. "Sementara kapasitas tempat tidur di ruangan isolasi kita 160. Terdiri dari isolasi dewasa, bayi, bayi baru lahir, ibu hamil dan nifas. Ditambah ICU dan NICU," katanya.
"Yang selalu penuh itu ruangan isolasi dewasa dan ICU isolasi," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya