Ruang Isolasi Kapal Disiapkan di Pelabuhan Tanjung Emas Cegah Varian Omicron
Merdeka.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang meminta semua operator kapal membuat ruang karantina untuk tempat perawatan penumpang terindikasi tertular Covid-19 varian baru Omicron saat libur Natal dan Tahun Baru. Ruang karantina juga wajib dibuat di dalam terminal dermaga Pelabuhan Tanjung Emas.
"Jadi kita hanya melayani penyeberangan kapal lokal. Bila ada yang terindikasi muncul penularan virus, maka penumpang langsung diisolasi di dalam kapal. Termasuk pembuatan ruang isolasi di pelabuhan," kata Kepala KSOP Semarang, M Tohir, Senin (29/11).
Dia menyebut pengaktifan ruang penanganan Covid-19 sesuai SE Satgas Covid-19 yakni mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 ditetapkan pembatasan mobilitas masyarakat sesuai aturan PPKM Level 3. Di samping itu juga mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 yang diterbitkan 22 November 2021.
Pihak KSOP Tanjung Emas Semarang juga membentuk tim pengawasan Covid-19 dengan menerjunkan personel gabungan untuk memantau penumpang kapal agar menerapkan protokol kesehatan sesuai standar 5M di dermaga pelabuhan.
"Ada 30 personel dari KSOP. Kita juga libatkan petugas medis dari KKP Pelindo. Kita memastikan sesuai aturan PPKM Level 3 dan instruksi Mendagri maka arus kedatangan penumpang dibatasi 50 persen dan memberikan pengawasan yang ketat," ungkapnya.
Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga bakal menggelar skrining kesehatan bagi penumpang yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas per 24 Desember 2021.Setiap penumpang kapal wajib tunjukan kartu vaksin lewat barcode Peduli Lindungi dan harus dites antigen.
"Untuk mencegah masuknya Corona Omicron, penumpang kapal wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak," tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan fisik atau ram check, terdapat tujuh kapal yang siap beroperasi saat Natal dan Tahun Baru. Ketujuh kapal tersebut milik PT Pelni, PT Dharma Lautan Nusantara dan PT ALP. Di antaranya adalah KM Kelimutu, KM Lawit, KM Dharma Lautan, KM Dharma Kartika 7 dan KM Mutiara Pelindo 7. Kapal yang dioperasikan saat Natal dan Tahun Baru akan melayani rute Semarang-Pontianak PP dan Semarang-Sampit PP.
"Awalnya ada delapan kapal yang beroperasi di Tanjung Emas. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan ulang, hanya tujuh kapal yang aman dioperasikan. Sedangkan satu kapal mesti menjalani perawatan atau istilahnya naik dok di Surabaya," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya