Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RSUP Wahidin Sudirohusodo Antisipasi Kasus Covid-19 Melonjak 30% Usai Libur Panjang

RSUP Wahidin Sudirohusodo Antisipasi Kasus Covid-19 Melonjak 30% Usai Libur Panjang Dirut RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Khalid Saleh. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kasus Covid-19 yang ditangani Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, diprediksi melonjak 30 persen setelah libur panjang dan tahun baru 2021. Perkiraan kasus Covid-19 itu melonjak setelah pada bulan Desember mengalami kenaikan.

"Pada bulan Desember saja, cenderung ada kenaikan jumlah kasus Covid-19 di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Apabila masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di masa liburan natal dan akhir tahun ini, kasus dapat diperkirakan melonjak sampai dengan 30% bahkan bisa lebih," kata Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dr Khalid Saleh dikonfirmasi, Jumat (1/1).

Khalid mengatakan, pasien Covid-19 dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo hari ini mencapai 68 orang. Menurut dia, pihak RSUP Wahidin Sudirohusodo untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Dia menjelaskan, RUSP Wahidin Sudirohusodo telah menyiapkan kapasitas ruang isolasi dan ICU menjadi sekitar 30% - 40% dari total tempat tidur yang dapat digunakan untuk pasien Covid-19 sesuai instruksi dari Menteri Kesehatan.

"Kita telah menyusun rencana aksi apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19, yakni penambahan persiapan ruang isolasi dengan 195 tempat tidur. Pada tahap 1 akan dioperasionalkan 40 tempat tidur di Paviliun Palem Lantai 2, sehingga menjadi 342 tempat tidur dari total keseluruhan 1023 tempat tidur," kata Khalid yang juga Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulsel ini periode 2018-2021.

Dia menambahkan, jika seluruh ruang perawatan penuh, akan didirikan tenda lapangan dengan kapasitas 40 tempat tidur di pelataran parkir Infection Centre. Sementara ini, terangnya, telah dilakukan penyesuaian kapasitas ruang perawatan Covid-19 pada gedung Infection Centre (IC), Paviliun Perawatan Palem lantai 1 dan Ruang Isolasi IGD dengan jumlah 147 tempat tidur.

Pada tahap 1 akan dioperasionalkan 40 tempat tidur di Paviliun Palem Lantai 2, sehingga menjadi 342 tempat tidur dari total keseluruhan 1023 tempat tidur. Juga disiapkan fasilitas hemodialisis khusus untuk pasien Covid-19 sebanyak 11 mesin hemodialisis.

Untuk fasilitas penunjang, ada 4 tempat pengambilan sampel swab RT-PCR yakni di Laboratorium, Infection Centre, Paviliun Palem dan di IGD/ambulans. Serta 3 set X-Ray mobile dan 3 set CT-Scan.

Optimalisasi alat kesehatan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan yakni penggunaan mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) atau Oksigenasi Membran Extracorporeal.

"Alat medis yang bertindak sebagai pengganti fungsi jantung dan paru-paru ini membantu pasien untuk melewati masa kritis ketika mengalami kegagalan fungsi jantung dan paru-paru. Saat ini sudah ada pasien yang kita berikan dengan alat ini," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP