Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RSUD Magelang utang Rp 3,472 M pasca erupsi Merapi

RSUD Magelang utang Rp 3,472 M pasca erupsi Merapi merapi. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Paska erupsi Merapi ternyata membawa dampak buruk terhadap kondisi keuangan RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pasalnya, penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) saat bencana erupsi Merapi 2010 mengakibatkan rumah sakit di wilayah Kabupaten Magelang itu berutang sebesar Rp 3,472 miliar kepada pihak ketiga.

Utang berupa obat-obatan dan bahan habis pakai kepada pihak ketiga itu terjadi karena saat erupsi terjadi status KLB yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) yang saat itu dijabat oleh Siti Fadilah Supari. RSUD Muntilan harus memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan secara cuma-cuma dan gratis ke 632.723 warga di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang yang kena dampak langsung erupsi Gunung Merapi.

"Kondisi ini mengakibatkan kami sangat berharap tahun ini ada tambahan alokasi anggaran bagi kami untuk melunasi utang dari pihak ketiga itu," ungkap Direktur RSUD Muntilan Sasongko, saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan anggota DPRD Kabupaten Magelang, Jumat (15/6).

Selain itu, penetapan KLB yang dilakukan Menkes karena kondisi darurat saat terjadi bencana alam erupsi Merapi ini menyebabkan kebutuhan anggaran obat-obatan dan bahan habis pakai tahun 2011 yang dialokasikan sekitar Rp 7 miliar, membengkak menjadi Rp 10,5 miliar.

"Kondisi serupa akan terulang karena saat ini, mendadak Kementerian Kesehatan juga memperpanjang status KLB erupsi Gunung Merapi, hingga Desember 2012. Alokasi anggaran obat-obatan dan bahan habis pakai tahun ini mencapai Rp 9,5 miliar," tegas Sasongko.

Sasongko berharap ada upaya pemerintah pusat untuk memberikan solusi terkait persoalan utang yang ada di RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng ini. Pihak rumah sakit sendiri sudah  memberitahukan dan melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Kementrian Kesehatan di Jakarta namun belum ada upaya jalan keluar dan penyelesaiannya.

Seperti diketahui, erupsi Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY itu mengakibatkan 632.723 warga yang berada di 11 kecamatan dari 22 kecamatan di Kabupaten Magelang menjadi korban dampak langsung erupsi Merapi. Tujuh warga meninggal dunia dan satu di antaranya adalah anak-anak atau balita yang meninggal saat erupsi terjadi. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP