RSUB Harapan Kita bantah tolak bayi Dera
Merdeka.com - Pihak Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita membantah telah menolak bayi Dera, bayi berusia 7 hari yang meninggal setelah mengalami gangguan pernapasan, Minggu (17/2).
Direktur Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Achmad Subagyo mengatakan, pihaknya justru menyarankan keluarga Dera untuk menunggu, jika ingin menggunakan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Keluarga Dera, jelas Subagyo, datang ke RSAB Harapan Kita pada Selasa (12/2). Saat tiba, keluarga langsung menanyakan pelayanan ruang NICU kepada petugas. "Semua ruang sudah terisi. Pihak rumah sakit sudah memiliki sejumlah pasien yang dalam proses menunggu," kata Subagyo saat dihubungi wartawan, Senin (18/2).
Subagyo menjelaskan, RSAB Harapan Kita selalu siap menerima pasien yang telah mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas atau RSUD. "Bila RSUD tidak sanggup baru pasien bisa datang ke RS Cipto Mangunkusumo atau Harkit," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, setelah sepekan berjuang melawan penyakitnya, seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (16/2). Dera meninggal pada pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan.
Dera yang lahir secara prematur, meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan karena ada kelainan pada kerongkongannya. Karena di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat memadai, dokter di Rumah Sakit Zahira menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya