RSBI dinilai hanya bebani siswa didik
Merdeka.com - Keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dinilai memberikan beban terlalu berat bagi siswa peserta didik. Setidaknya, RSBI membutuhkan biaya yang cukup besar dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Hal itu diungkapkan oleh mantan Ketua Komite Sekolah SMA 70 Jakarta, Musni Umar. Menurutnya, sejak pemberlakuan RSBI pada sekolah tertentu, hal itu berpengaruh pada citra sekolah yang terkesan mahal.
"Dari segi nama, RSBI mencitrakan hanya untuk orang-orang kaya. Contohnya di SMA 70 Jakarta, mulai sedikit anak-anak miskin yang berani sekolah di sana sesudah diberlakukan RSBI," ujar Musni di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/5).
Selain itu, Musni mengatakan, aspek pembiayaan yang menjadi instrumen penyelenggaraan RSBI tidak dapat dijangkau oleh siswa dari keluarga miskin.
"Dari segi pembiayaan yang hingga mencapai puluhan juta untuk satu tahun, mustahil anak-anak miskin bisa bersekolah di RSBI," terangnya.
Lebih lanjut, Musni menyatakan RSBI telah menciptakan ketidakadilan pada peserta didik. "Ketidakadilan yang terjadi adalah antara siswa kaya dan miskin. Seperti diketahui, hanya mereka yang kaya saja yang dapat bersekolah di RSBI," katanya.
Musni pun mengungkapkan, dalam kenyataan yang terjadi, beban biaya RSBI sebagian besar ditanggungkan kepada orang tua siswa. "RSBI adalah program pemerintah, tetapi yang menanggung biaya RSBI dan sangat mahal adalah orang tua siswa," imbuhnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya